%L repository2917 %A Saputra (2025) Bagus Saputra %X Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tutupan lahan hutan di Kabupaten Bojonegoro Bagian Selatan serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab penurunannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan citra satelit Landsat 8 pada periode tahun 2015, 2018, 2022, dan 2024 yang diolah melalui teknik Supervised Classification untuk memperoleh data spasial perubahan tutupan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas hutan mengalami penurunan signifikan dari 380,97 km² pada tahun 2015 menjadi 282,39 km² pada tahun 2024, atau berkurang sekitar 25,87% dari total luas awal. Penurunan terbesar terjadi pada periode 2015 sampai 2018 dengan kehilangan sekitar 57,36 km² (14,8%), sedangkan pada periode 2018 sampai 2022 berkurang 33,38 km² (10,3%), dan pada periode 2022 sampai 2024 berkurang 7,83 km² (2,7%). Faktor utama yang memengaruhi penurunan luas hutan meliputi kebakaran hutan (misalnya kasus kebakaran tahun 2015 dan 2018 saat musim kemarau), penebangan liar (seperti kasus penebangan ratusan pohon jati di Kecamatan Temayang), serta alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian dan perkebunan, khususnya jagung dan padi. Kombinasi faktor-faktor tersebut memberikan tekanan berkelanjutan terhadap ekosistem hutan, mengganggu regenerasi alami, dan meningkatkan kerentanan lingkungan di wilayah penelitian. %T ANALISIS PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN HUTAN DI KABUPATEN BOJONEGORO BAGIAN SELATAN MENGGUNAKAN CITRA PENGINDERAAN JAUH %K Bojonegoro, hutan, penginderaan jauh, perubahan tutupan lahan %O 21252011004