eprintid: 3984 rev_number: 22 eprint_status: archive userid: 1369 dir: disk0/00/00/39/84 datestamp: 2026-02-11 08:41:57 lastmod: 2026-02-11 08:41:57 status_changed: 2026-02-11 08:41:57 type: thesis metadata_visibility: show creators_name: Cindy Swastika Rahmania, Rahmania (2026) creators_id: cindyswastikarahmania1133@gmail.com contributors_name: Asri Elies Alamanda, Alamanda contributors_id: - corp_creators: Universitas Bojonegoro title: Plagiarisme OpenAi Terhadap Studio Ghibli Dalam Perspektif Undang-Undang Hak Cipta ispublished: pub subjects: C1 divisions: sch_che keywords: Plagiarisme, OpenAi, Hak Cipta note: 22742011006 abstract: Penelitian ini mengkaji permasalahan plagiarisme OpenAI terhadap Studio Ghibli dalam perspektif undang-undang hak cipta. Permasalahan tersebut lebih mengarah pada pertanyaan mendasar, apakah Studio Ghibli yang saat ini ramai digunakan oleh manusia secara mudah yang dihasilkan OpenAI layak mendapatkan perlindungan Hak Cipta, mengingat menurut UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta yang disebut sebagai Pencipta adalah seseorang (beberapa orang) bukan program komputer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemanfaatan karya Studio Ghibli oleh OpenAI tanpa izin dari pemegang hak cipta termasuk dalam kategori plagiarisme dan pelanggaran hak cipta, sekaligus menganalisis bentuk perlindungan, kepastian, dan urgensi peraturan hukum di Indonesia melalui perbandingan dengan regulasi hak cipta di negara lain. Metode penelitian yang digunakan adalah metode hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan studi perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OpenAI dianggap melakukan plagiarisme terhadap karya Studio Ghibli karena tidak memiliki izin resmi dari pemegang hak cipta. Di Indonesia, belum ada kepastian hukum terkait perlindungan hak cipta atas karya Studio Ghibli yang dihasilkan oleh OpenAI, sebab belum terdapat aturan khusus yang mengaturnya. Dalam UU ITE OpenAI hanya dikategorikan sebagai agen elektronik dan tidak diakui sebagai subjek hukum yang dapat memiliki hak cipta. Perbandingan dengan negara lain: Amerika Serikat menolak hak cipta untuk karya yang bukan dari manusia, sedangkan Inggris memberikan hak cipta kepada pengembang OpenAI. Penelitian ini menekankan pentingnya pemerintah Indonesia segera merumuskan regulasi yang mengatur terkait karya yang dihasilkan oleh OpenAI, agar mempunyai kepastian dan kekuatan hukum yang jelas. date: 2026-02-03 date_type: published full_text_status: restricted institution: Hukum department: Hukum thesis_type: bachelor thesis_name: sarjana citation: Cindy Swastika Rahmania, Rahmania (2026) (2026) Plagiarisme OpenAi Terhadap Studio Ghibli Dalam Perspektif Undang-Undang Hak Cipta. Bachelor thesis, Hukum. document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/3984/1/ABSTRAK.pdf document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/3984/2/BAB%20I%20%28PENDAHULUAN%29.pdf document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/3984/3/BAB%20II%20%28TINJAUAN%20PUSTAKA%29.pdf document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/3984/4/BAB%20III%20%28PEMBAHASAN%29.pdf document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/3984/5/BAB%20IV%20%28PENUTUP%20DAN%20DAFTAR%20PUSTAKA%29.pdf document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/3984/6/LAMPIRAN%20%28KORESPONDENSI%20DAN%20ARTIKEL%20PUBLISH%29.pdf