%O 22262011048 %L repository4339 %K Degeneratif, Elektromiografi, Distribusi beban, Otot ekstremitas atas, Aktivitas fisik, Rehabilitasi. %I Sains dan Teknik %A Emayan (2026) Rio Emayan %D 2026 %X Lansia umumnya mengalami keterbatasan fisik berupa penurunan fungsi otot akibat proses degeneratif, yang berdampak pada menurunnya kemampuan berjalan serta meningkatnya risiko terjadinya jatuh. Jatuh pada kelompok usia lanjut merupakan permasalahan serius yang dapat dikurangi melalui penggunaan alat bantu jalan, seperti walker. Meskipun demikian, pemanfaatan walker juga berpotensi menimbulkan permasalahan lain, salah satunya cedera Cubital Tunnel Syndrome (CTS) yang dipicu oleh gerakan tangan berulang dan perubahan sudut pergelangan tangan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sudut pegangan walker adaptif yang paling optimal dalam meminimalkan ketegangan pada pergelangan tangan dengan menganalisis aktivitas otot lengan atas dan bawah menggunakan sinyal EMG (Elektromiografi) yang dikombinasikan dengan pengukuran sudut melalui perangkat lunak Kinovea. Penelitian melibatkan sepuluh lansia yang rutin menggunakan walker selama pengujian gaya berjalan. Distribusi beban otot lengan saat berjalan dengan walker dianalisis, kemudian sinyal EMG disegmentasi berdasarkan waktu dan sudut untuk mengekstraksi fitur menggunakan metode Root Mean Square (RMS). Selanjutnya data dianalisis menggunakan uji statistik Repeated Measure ANOVA untuk menilai perbedaan antarperlakuan pada subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walker adaptif dengan sudut pegangan 40° menghasilkan nilai rata-rata EMG terendah sebesar 1,624 mV pada fase berjalan. Temuan ini menunjukkan bahwa sudut pegangan 40° mampu mendistribusikan beban otot lengan atas dan bawah ke pergelangan tangan tangan secara lebih optimal, sehingga dapat menurunkan kelelahan otot lengan dan mengurangi risiko jatuh pada lansia. %T ANALISIS DESAIN WALKER DENGAN VARIASI SUDUT ADAPTIF DAN MEKANISME PEGAS TERHADAP AKTIVASI OTOT LENGAN DAN GAYA BERJALAN LANSIA