eprintid: 4355 rev_number: 13 eprint_status: archive userid: 1303 dir: disk0/00/00/43/55 datestamp: 2026-02-24 03:14:37 lastmod: 2026-02-24 03:14:37 status_changed: 2026-02-24 03:14:37 type: thesis metadata_visibility: show creators_name: Natasya Tafary, Tafary (2026) creators_id: mrsnatasyatafary101@gmail.com contributors_type: http://www.loc.gov/loc.terms/relators/AUT contributors_type: http://www.loc.gov/loc.terms/relators/AUT contributors_name: Septi Wulandari, Wulandari contributors_name: Ida Swasanti, Swasanti contributors_id: - contributors_id: - corp_creators: Universitas Bojonegoro title: Women's Representation in Local Politics in Bojonegoro: Challenges and Strengthening Strategies through the 30% Quota Policy ispublished: pub subjects: CB divisions: sch_art keywords: Keterwakilan Perempuan; Politik Lokal; Kebijakan Kuota 30%; Kebijakan Afirmatif note: 22632011100 abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya keterwakilan perempuan dalam politik lokal di Kabupaten Bojonegoro dan menganalisis strategi pemenuhan kuota 30%. Peneliti menggunakan analisis SWOT dan pendekatan strategi integratif. Dasar hukum penelitian ini adalah Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik yang mengatur tindakan afirmatif untuk perempuan. Pelaksanaan di lapangan masih banyak kendala, baik dari segi struktur maupun budaya. Studi ini menggunakan metode kualitatif dan studi kasus, dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan analisis data sekunder. Keterwakilan perempuan terbukti sangat penting, kehadiran mereka memperkuat kualitas demokrasi lokal, memperluas agenda kebijakan publik, dan mendorong lahirnya kebijakan yang lebih peka terhadap isu kesejahteraan sosial, perlindungan perempuan dan anak, serta pemberdayaan ekonomi. Tetapi, upaya memenuhi kuota 30% selama ini masih sebatas administratif. Representasi substantif belum benar-benar tercapai. Melalui analisis SWOT, peneliti menemukan kekuatan utama ada pada dasar hukum yang kuat dan keberadaan struktur organisasi perempuan di partai politik. Sementara itu, kelemahannya terletak pada proses kaderisasi yang lemah dan akses perempuan ke sumber daya politik yang masih terbatas. Dari sisi eksternal, terdapat peluang besar seiring naiknya kesadaran masyarakat soal kesetaraan gender. Meski begitu, budaya patriarki dan politik transaksional masih menjadi ancaman nyata. Kesimpulannya, strategi untuk memenuhi kuota 30% memerlukan pendekatan integratif. Perlu penguatan regulasi, reformasi internal partai, peningkatan kapasitas perempuan, dan perubahan budaya politik. date: 2026-02-10 date_type: published full_text_status: restricted institution: Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik department: Administrasi Publik thesis_type: bachelor thesis_name: sarjana referencetext: Aspinall, E., Hillman, B., & McCawley, P. (2012). Governance and Capacity Building in Post-Crisis Aceh: Report prepared by the Australian National University Enterprise for the United Nations Development Programme. Australian National University (ANU) Enterprise. Aula, M. R. (2023). Isu gender mengenai keterwakilan perempuan dalam kehidupan politik di Indonesia. Jurnal Politikom Indonesiana, 8(2), 186–201. Auza, A., Zahrawi, M., & Tamsil, I. S. (2024). Komunikasi Aktor Politik Anggaran Pemerintah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Utara Communication of Political Actors Government Budget Regional People ’ s Representative Council of North Sumatra Province. Jurnal KESKAP: Jurnal Kesejahteraan Sosial, Komunikasi Dan Administrasi Publik, 3(3), 190–202. https://doi.org/https://doi.org/10.30596/keskap.v3i3.21967 Bagaskara, A., & Ma’ruf, M. F. (2025). Analisis Keterwakilan Perempuan Sebagai Penyelenggara Pemilu 2024 (Studi Kasus Partisipasi Perempuan Sebagai Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan di Kabupaten Ponorogo). Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2(11). Beaman, L., Duflo, E., Pande, R., & Topalova, P. (2012). Female leadership raises aspirations and educational attainment for girls: A policy experiment in India. Science, 335(6068), 582–586. Bintari, A. (2021). Partisipasi dan representasi perempuan dalam penyelenggaraan pemilu. Jurnal Keadilan Pemilu, 2(1), 13–22. Bogaards, M. (2022). Feminist institutionalism: A critical review. Politics & Gender, 18(2), 456–483. https://doi.org/10.1017/S1743923X21000430 BPS. (2025). Keterlibatan Perempuan di Parlemen, 2024. Badan Pusat Statistik(BPS - Statistics Indonesia). Christianto, I., Wamafma, F., & Suryana, A. (2023). Peran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Dalam Pengawasan Pemerintah Daerah Kabupaten Manokwari Berdasarkan Undang–Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah. Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 3(5), 615–626. Clayton, A., O’Brien, D. Z., & Piscopo, J. M. (2019). All male panels? Representation and democratic legitimacy. American Political Science Review, 113(1), 113–130. https://doi.org/10.1017/S0003055418000602 Creswell, J. W. (2018). Research designs. Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (H. Salmon, Ed.; 5th ed.). SAGE Publications, Inc. Creswell, W, J., & Creswell, J. D. (2017). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage Publications Sage UK: London, England. Dragojlovic, A., & McGregor, K. (2022). ‘They Call Me Babu’: the politics of visibility and gendered memories of Dutch colonialism in Indonesia. Women’s History Review, 31(6), 933–952. Erick, B., & Masyitah, M. (2020). Keterwakilan Perempuan Dalam Partai Politik Perspektif Siyasah Syar’Iyyah. Jurnal Sosial Humaniora Sigli, 3(2), 200–212. Erlina, F. (2023). Dinamika sistem pemilu dan demokratisasi partai politik di Indonesia pasca reformasi. Kosmik Hukum, 23(2), 200–220. Firdaus, F., & Wulpenelitiri, R. A. (2023). Implications of Low Women’s Representation: Strategies and Challenges Towards Gender Equality in Indonesian Politics. Indonesian Journal of Religion and Society, 5(2), 138–153. Górecki, M. A., & Kukołowicz, P. (2014). Gender quotas, candidate background and the election of women: A paradox of gender quotas in open-list proportional representation systems. Electoral Studies, 36, 65–80. Goryunova, E., & Madsen, S. R. (2024). The current status of women leaders worldwide. In Handbook of research on gender and leadership (pp. 2–22). Edward Elgar Publishing. Heryanto, A. (2014). Identity and pleasure: The politics of Indonesian screen culture. nus Press. Hessami, Z., & da Fonseca, M. L. (2020). Female political representation and substantive effects on policies: A literature review. European Journal of Political Economy, 63(March), 101896. https://doi.org/10.1016/j.ejpoleco.2020.101896 Hevriansyah, A. (2021). Hak Politik Keterwakilan Perempuan dalam Sistem Proporsional Representatif pada Pemilu Legislatif. Awasia: Jurnal Pemilu Dan Demokrasi, 1(1), 67–85. Hoesein, Z. A. (2023). Penetapan Pemilih Dalam Sistem Pemilihan Umum. PT. RajaGrafindo Persada-Rajawali Pers. Huda, K. (2020). Peran Perempuan Samin Dalam Budaya Patriarki Di Masyarakat Lokal Bojonegoro. Sejarah Dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, Dan Pengajarannya, 14(1), 76. Huda, K., & Renggani, L. A. (2021). Perempuan Kapuk Dalam Ekspektasi Budaya Patriarki (Sebuah Analisis Beban Gpeneliti Gender). Kafaah: Journal of Gender Studies, 11(2), 184–198. Huda, N. (2023). Relasi Pemilih, Wakil Rakyat Dan Partai Politik Dalam Membangun Demokrasi. Prosiding Seminar Hukum Aktual Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, 230–242. Indonesia, K. P. U. R. (2017). Peraturan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2019. In Mahkamah Konstitusi RI. Jumanah, J., Nugroho, A., Nuraini, N., Alpian, R., & Mastia, R. (2023). Potret Evaluasi Kebijakan Keterwakilan Perempuan Dalam Politik. Transparansi: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi, 6(1), 110–119. Kanter, R. M. (1977). Men and women of the corporation. Basic Books. Kesumadewi, A. K., & Iskpenelitir, D. (2022). Partisipasi Politik Dan Keterwakilan Perempuan Di Parlemen. Wacana: Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Interdisiplin, 9(1), 380–395. Mackay, F., Kenny, M., & Chappell, L. (2010). New institutionalism through a gender lens: Towards a feminist institutionalism? International Political Science Review, 31(5), 573–588. Mpenelitisari, N. (2023). Peran Politik Perempuan dalam Persfektif Gender. Economics, Business, Management, & Accounting Journal (Ebisma), 3(2), 133–143. Meisenberg, G., & Woodley, M. A. (2015). Gender differences in subjective well-being and their relationships with gender equality. Journal of Happiness Studies, 16(6), 1539–1555. Miles, B., M., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook. Nabus, E. K. (2025). Peran Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Dalam Meningkatkan Keterwakilan Perempuan Di Lembaga Legislatif Pada Pemilu 2024. Universitas Kristen Indonesia. Nash, K. (1997). Universal Difference: Feminism and The Liberal Undecidability of “Women.” Springer. Nurhayati, N., Apriyanto, A., Ahsan, J., & Hidayah, N. (2024). Metodologi Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik. PT. Sonpedia Publishing Indonesia. Nurrisa, F., & Hermina, D. (2025). Pendekatan kualitatif dalam penelitian: Strategi, tahapan, dan analisis data. Jurnal Teknologi Pendidikan Dan Pembelajaran| E-ISSN: 3026-6629, 2(3), 793–800. Ono, Y., & Endo, M. (2024). Gender bias in political recruitment: Evidence from comparative legislative studies. Legislative Studies Quarterly, 49(1), 45–68. Perdana, A., Hillman, B., Huda, K., Mackay, F., Kenny, M., Chappell, L., Mpenelitisari, N., Berevoescu, I., Ballington, J., Bacchetta, P., Halimatusa’diyah, I., Jannah, A. N., Mackay, F., Kenny, M., Chappell, L., Abbas, S., Olanrewaju, V. O., Eweade, B. S., Yuliana, R. A., … Mastia, R. (2021). New institutionalism through a gender lens: Towards a feminist institutionalism? Asia & the Pacific Policy Studies, 31(2), 573–588. https://doi.org/10.1016/j.eneco.2024.108081 Pratama, M. (2022). Pelaksanaan Fungsi Pembentukan Peraturan Daerah Oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau Pada Tahun 2021 Berdasarkan Undang-Undang No 23 Tahun 2014. Universitas Islam Riau. Pratiwi, A. (2025). Ideologisasi NasDem di Ruang Kampus dalam. Partai NASDEM Dalam Teropong Gagasan Mahasiswa, 178. Putri, N. H., Laia, A., & Laia, B. (2023). Sistem Proporsional Pemilihan Umum Dalam Perspektif Politik Hukum. Jurnal Panah Keadilan, 2(2), 66–80. Raintung, A., Sambiran, S., & Sumampow, I. (2021). Peran Pemerintah Desa Dalam Pemberdayaan Kelompok Tani di Desa Mobuya Kecamatan Passi Timur Kabupaten Bolaang Mongondow. Governance, 1(2). Rifa’i, Y. (2023). Analisis Metodologi Penelitian Kulitatif Dalam Pengumpulan Data di Penelitian Ilmiah Pada Penyusunan Mini Riset. Cendekia Inovatif Dan Berbudaya, 1(1), 31–37. Saadia Zahidi. (2025). Global Gender Gap Report 2025 (Number June). by the World Economic Forum. Saputri, A., Pratiwi, D., & Rahmawati, N. (2023). Women’s political representation in Indonesia: Descriptive and substantive perspectives. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 27(2), 145–160. https://doi.org/10.22146/jsp.78231 Sidik, P. (2022). Keterwakilan Perempuan Dalam Politik di Indonesia Perspektif Legal Feminism. At-Tanwir Law Review, 2(1), 90–101. Sola, E. D. M., Stefanus, K. Y., & Udju, H. R. (2024). Fungsi Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Dalam Pembentukan Peraturan Daerah di Kabupaten Sikka. Jurnal Relasi Publik, 2(3), 271–291. Syarifuddin, H., Jabbar, A., & Ikbal, M. (2022). Peran Badan Permusyawaratan Desa Talawe Kecamatan Watang Sidenreng Kabupaten Sidenreng Rappang. PRAJA: Jurnal Ilmiah Pemerintahan, 10(2), 113–121. Syauket, A. (2022). Peran Relawan Politik Dalam Konstelasi Politik Indonesia. Jurnal Hukum Sasana, 8(1), 47–56. https://doi.org/https://doi.org/10.31599/sasana.v8i1.1252 Tias, R. N., Nisrina, A. D., Destriputra, N., Al Putra, F. A., & Prakoso, S. G. (2023). Tantangan Kebijakan Affirmative action Sebagai Upaya Penguatan Keterwakilan Perempuan di Legislatif [Challenges of Affirmative action as An Effort to Strengthen Women’s Representation in The Legislature]. Jurnal Politica Dinamika Masalah Politik Dalam Negeri Dan Hubungan Internasional, 14(2), 169–189. Union, I.-P. (2024). Women in national parliaments: Situation as of 1 January 2024. Inter-Parliamentary Union. https://www.ipu.org/resources/publications/infographics/2024-01/women-in-national-parliaments Verdinand, B. (2022). Fungsi Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Universitas Jambi. Wahyudiono, T., & Muna, F. R. (2023). Historis Negara Demokrasi Pancasila. Islamic Law: Jurnal Siyasah, 8(02), 77–96. Waruwu, M. (2024). Pendekatan Penelitian Kualitatif: Konsep, Prosedur, Kelebihan dan Peran di Bidang PendidikanWaruwu, M. (2024). Pendekatan Penelitian Kualitatif: Konsep, Prosedur, Kelebihan dan Peran di Bidang Pendidikan. Afeksi: Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan,. Afeksi: Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, 5(2), 198–211. Women, U. N. (2021). Women’s representation in local government: A global analysis. Hämtad, 27(2021), 2001–2022. World Economic Forum, 2025. (2025a). The global gender gap report 2025. World Economic Forum, 2025. (2025b). The global gender gap report 2025. Yuliana, R. A., & Hermawati, I. (2025). EVOLUSI REPRESENTASI POLITIK PEREMPUAN DI TINGKAT LOKAL INDONESIA: TANTANGAN DAN PELUANG. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(2), 601–609. citation: Natasya Tafary, Tafary (2026) (2026) Women's Representation in Local Politics in Bojonegoro: Challenges and Strengthening Strategies through the 30% Quota Policy. Bachelor thesis, Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik. document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/4355/1/ABSTRAK.pdf document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/4355/2/ISI.pdf document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/4355/4/LAMPIRAN.pdf