%I Sains dan Teknik %T Studi Kuat Lentur Beton Normal dengan Kombinasi Serbuk Kayu Jati dan Sabut Kelapa Sebagai Subtitusi Sebagian Agregat Halus %L repository4373 %A Tristya (2026) Nesza Ayu Tristya %D 2026 %O 22222011171 %K Beton Normal, Kuat Lentur, Serbuk Kayu Jati, Sabut Kelapa, Agregat Halus %X Beton merupakan material konstruksi yang memiliki kuat tekan tinggi namun relatif lemah terhadap gaya tarik dan lentur. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kinerja beton, khususnya kuat lentur, melalui pemanfaatan bahan alternatif yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi serbuk kayu jati dan sabut kelapa sebagai substitusi sebagian agregat halus terhadap kuat lentur beton normal, menentukan variasi campuran yang menghasilkan kuat lentur optimal, serta meninjau kesesuaiannya terhadap standar kuat lentur beton normal. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan mutu beton rencana f’c 2,5 MPa. Perencanaan campuran beton mengacu pada SNI 7656 - 2012. Variasi campuran yang digunakan adalah serbuk kayu jati 1% dengan sabut kelapa 0%, 1%, 2%, dan 3%. Pengujian kuat lentur dilakukan pada umur 7, 14, dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umur 28 hari, beton normal memiliki kuat lentur sebesar 0,59 MPa. Beton dengan variasi 1% serbuk kayu jati dan 0% sabut kelapa memiliki kuat lentur 0,55 MPa, variasi 1% serbuk kayu jati dan 1% sabut kelapa sebesar 0,58 MPa, variasi 1% serbuk kayu jati dan 2% sabut kelapa sebesar 0,51 MPa, variasi 1% serbuk kayu jati dan 3% sabut kelapa sebesar 0,48 MPa. Hasil ini menunjukkan bahwa penambahan bahan substitusi pada kadar tertentu dapat meningkatkan kuat lentur beton, namun penambahan berlebih cenderung menurunkan kekuatan akibat meningkatnya porositas dan berkurangnya kualitas ikatan material.