eprintid: 4453 rev_number: 53 eprint_status: archive userid: 1742 dir: disk0/00/00/44/53 datestamp: 2026-03-05 02:25:34 lastmod: 2026-03-05 02:25:34 status_changed: 2026-03-05 02:25:34 type: thesis metadata_visibility: show creators_name: Luky Wahyu Saputra, Saputra (2026) creators_id: lukywahyu74@gmail.com contributors_name: Rizky, Stighfarrinata contributors_name: Amalia Ma’rifatul, Maghfiroh contributors_id: - contributors_id: - corp_creators: Universitas Bojonegoro title: STRATEGI PENINGKATAN EFEKTIVITAS MESIN MILLING PADA INDUSTRI MANUFAKTUR MESIN PERTANIAN MELALUI INTEGRASI RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) DAN SIX BIG LOSSES: STUDI KASUS UD.BINA UNGGUL SEJAHTERA ispublished: pub subjects: CN divisions: ti keywords: Reliability Centered Maintenance (RCM); Six Big Losses; Overall Equipment Effectiveness (OEE); Mesin Milling; note: 22262011027 abstract: Efektivitas mesin milling pada industri manufaktur alat pertanian seringkali mengalami penurunan akibat sistem perawatan yang bersifat reaktif. UD. Bina Unggul Sejahtera menghadapi kendala berupa tingginya waktu henti mesin (downtime) dan rendahnya tingkat efisiensi operasional. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi peningkatan efektivitas melalui integrasi metode Reliability Centered Maintenance (RCM) dan analisis Six Big Losses. Penggunaan metode integratif tersebut dimaksudkan untuk memetakan sumber kehilangan efektivitas sekaligus menentukan jadwal perawatan mesin yang optimal. Analisis performa mesin menunjukkan nilai rata-rata Overall Equipment Effectiveness (OEE) selama satu tahun sebesar 58,57%. Capaian tersebut berada di bawah standar efisiensi kelas dunia yang mensyaratkan nilai minimal 85%. Faktor utama penyebab rendahnya efektivitas adalah rendahnya ketersediaan mesin (availability) sebesar 55,95% serta rendahnya kualitas produk (quality) sebesar 63,19%. Komponen motor penggerak, sabuk transmisi (V-belt), dan mata bor teridentifikasi sebagai komponen kritis melalui analisis Failure Mode and Effect Analysis (FMEA).Hasil perhitungan reliabilitas menunjukkan nilai Mean Time Between Failure (MTBF) komponen kritis sebesar 2.022,17 jam. Strategi pemeliharaan yang diusulkan mencakup tindakan perawatan preventif berbasis interval waktu untuk menekan risiko kegagalan mendadak. Penerapan jadwal perawatan berbasis data keandalan ini diharapkan mampu menurunkan breakdown losses dan meningkatkan nilai OEE secara berkelanjutan. Integrasi RCM dan Six Big Losses memberikan kerangka kerja sistematis bagi perusahaan untuk mengoptimalkan keandalan mesin milling AG-32. date: 2026-01-29 date_type: published full_text_status: restricted institution: Sains dan Teknik department: Teknik Industri thesis_type: bachelor thesis_name: sarjana citation: Luky Wahyu Saputra, Saputra (2026) (2026) STRATEGI PENINGKATAN EFEKTIVITAS MESIN MILLING PADA INDUSTRI MANUFAKTUR MESIN PERTANIAN MELALUI INTEGRASI RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) DAN SIX BIG LOSSES: STUDI KASUS UD.BINA UNGGUL SEJAHTERA. Bachelor thesis, Sains dan Teknik. document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/4453/8/ABSTRAK.pdf document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/4453/2/BAB%20I.pdf document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/4453/3/BAB%20II.pdf document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/4453/4/BAB%20III.pdf document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/4453/5/BAB%20IV.pdf document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/4453/6/BAB%20V.pdf document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/4453/7/LAMPIRAN.pdf