<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pelatihan Manajemen Konflik Dalam Pemecahan Masalah Secara Konstruktif Melalui Pengembangan Organisasi Siswa Intra Sekolah</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Septian(2026)</mods:namePart><mods:namePart type="family">Esa Septian</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Wulandari</mods:namePart><mods:namePart type="family">Septi Wulandari</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Islamiyah</mods:namePart><mods:namePart type="family">Dian Tita Islamiyah</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Nurizzakiya</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ervina Laily Nurizzakiya</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan manajemen konflik pada siswa SMA 2 Bojonegoro, khususnya anggota OSIS, melalui teknik mediasi, resolusi, dan transformasi konflik. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, sebanyak 38 pengurus OSIS terlibat dalam sesi diskusi, simulasi, dan pendampingan yang berfokus pada penerapan strategi manajemen konflik dalam organisasi. Evaluasi dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan post-test untuk mengukur pemahaman siswa terkait konsep-konsep dasar manajemen konflik, kemampuan mengidentifikasi sumber konflik, serta merumuskan solusi yang konstruktif dan damai. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam keterampilan mediasi dan komunikasi siswa, yang tercermin dalam kemampuan mereka mengelola konflik dengan lebih profesional dan efektif. Selain itu, siswa menjadi lebih memahami pentingnya peran mediator dan mampu melihat konflik sebagai peluang untuk perbaikan. Indikator keberhasilan mencakup pemahaman dasar manajemen konflik, peningkatan keterampilan komunikasi, dan kemampuan menyusun rencana aksi penyelesaian konflik. Program ini diharapkan mampu membekali siswa dengan keterampilan yang relevan untuk menjaga stabilitas dan keharmonisan dalam organisasi, sehingga tercipta lingkungan yang produktif dan harmonis di sekolah.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">H Social Sciences (General)</mods:classification><mods:originInfo><mods:publisher>Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>