<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>A Model for Fishing Tourism Village Development Based on Local Wisdom of the East Coast of Indonesia</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Wulandari (2026)</mods:namePart><mods:namePart type="family">Septi Wulandari</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Septian</mods:namePart><mods:namePart type="family">Esa Septian</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Tujuan penelitian ini adalah menganalisis keadaan pariwisata di Pantai Timur. Model Pengembangan Wisata Perikanan mengandalkan kearifan lokal sebagai role model bagi pemangku kepentingan dan masyarakat dalam memajukan daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, yang memberikan narasi mengenai potensi wisata dan alam di kawasan Pantai Timur. Metode pengumpulan datanya menggunakan alat dari studi kepustakaan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa peran institusi sangat penting dalam mencapai pariwisata berkelanjutan. Kajian ini fokus pada pelestarian budaya, pemasaran, dan pemberdayaan masyarakat. Wisata memancing adalah pilihan lain untuk menghasilkan uang tambahan bagi masyarakat tanpa memaksa nelayan meninggalkan pekerjaan mereka.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">JA Political science (General)</mods:classification><mods:originInfo><mods:publisher>Jurnal Pendidikan Tambusai</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>