<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pembuatan Biobriket dari Limbah Kayu UMKM Sebagai Energi Alternatif Rumah Tangga di Desa Bancer</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">As Siddiqi (2026)</mods:namePart><mods:namePart type="family">M. Jaza As Siddiqi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Syafitri</mods:namePart><mods:namePart type="family">Allichia Errika Syafitri</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">kurniawan</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sandhy kurniawan</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Farahdiansari</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ardana Putri Farahdiansari</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kayu jati adalah salah satu komoditas utama di berbagai wilayah Indonesia. Banyak daerah yang membudidayakan kayu ini karena kebutuhan akan kayu ini sangatlah banyak terutama dalam industri mebel. kayu jati disukai sebab memiliki nilai estetika dan ekonomi yang tinggi. Di Desa Bancer terdapat 10 lebih UMKM mebel, yang setiap harinya dapat menghasilkan total 70 karung limbah serbuk gergaji. Masyarakat setempat belum sepenuhnya menyadari potensi dari limbah serbuk kayu tersebut. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah serbuk kayu menjadi biobriket, sebagai bahan bakar alternatif yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Biobriket merupakan bahan bakar alternatif yang dapat diperbarui yang ramah lingkungan. Pada pelaksanaannya dilakukan melalui beberapa tahap, meliputi survei, observasi, praktik pembuatan biobriket serta evaluasi produk yang dihasilkan. Survei dilakukan untuk mengetahui potensi dan kebutuhan UMKM di Desa Bancer. Observasi dilakukan untuk mempelajari proses produksi mebel dan pengelolaan limbah serbuk kayu. Pembuatan biobriket diawali dengan membakar serbuk kayu menjadi arang, mencampurnya dengan tepung kanji sebagai perekat, mencetak adonan, dan mengeringkannya. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa biobriket yang dihasilkan memiliki potensi sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan ekonomis. Sosialisasi dan pelatihan pembuatan biobriket kepada pemilik UMKM dan Karang Taruna Desa Bancer menunjukkan antusiasme yang tinggi.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">TS Manufactures</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2026-01-01</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>ABDIMAS UNIVERSAL</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>