<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Manajemen Pemulihan Ekosistem Cagar Alam Gua Nglirip</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Tyas</mods:namePart><mods:namePart type="family">Tria Agustining Tyas</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Rahmawati</mods:namePart><mods:namePart type="family">Laily Agustina Rahmawati</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Cagar Alam Gua Nglirip awalnya merupakan kawasan konservasi yang kaya akan flora asli, seperti Beringin (Ficus benjamina) dan Preh (Ficus ribes). Namun terjadi beberapa kerusakan yang menyebabkan hilangnya flora asli di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pemulihan ekosistem di Cagar Alam Gua Nglirip, dengan fokus pada rehabilitasi flora asli. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara dan studi dokumen dari narasumber kunci serta laporan resmi. Proses pemulihan ekosistem dilakukan pada dua blok rehabilitasi dengan luas total 20.504 m². Upaya pemulihan ekosistem melibatkan penanaman kembali jenis flora asli yang hilang, seperti Beringin dan Preh, dengan penanaman 836 bibit di kedua blok rehabilitasi. Namun, tantangan seperti kebakaran, kemarau panjang, gangguan habitat satwa dan kurangnya monitoring dan evaluasi terutama dalam dokumentasi data pertumbuhan tanaman menyebabkan keterlambatan dalam proses pemulihan ekosistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat kemajuan, perbaikan manajemen dan pelaksanaan yang lebih baik dibutuhkan untuk keberhasilan jangka panjang.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">TD Environmental technology. Sanitary engineering</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2026-01-01</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Konservasi Hayati</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>