%0 Generic %A Shidiq Nur Amaludin, Amaludin %A Universitas Bojonegoro, %D 2026 %F repository:4931 %I LPPM UNIVERSITAS BOJONEGORO %K KKN, pemberdayaan masyarakat, inovasi desa, geopark, Ngringinrejo %T Laporan Akhir Kuliah Kerja Nyata-Tematik Kolaboratif Universitas Bojonegoro: Penerapan Pilar Green Economy Untuk Mendukung Pembangunan Biosite Kebun Belimbing Di Desa Ngringinrejo %U https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/4931/ %X Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Kelompok 08 Universitas Bojonegoro tahun 2025 dilaksanakan di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro dengan tema “Penerapan Pilar Green Economy untuk Mendukung Pembangunan Biosite Kebun Belimbing”. Desa Ngringinrejo memiliki potensi besar sebagai sentra agrowisata belimbing, namun masih menghadapi kendala berupa menurunnya minat kunjungan wisata, minimnya inovasi pengelolaan, keterbatasan partisipasi pemuda, serta persoalan lingkungan seperti limbah pertanian, sampah plastik, dan sistem irigasi yang belum efisien. Untuk menjawab tantangan tersebut, tim KKN merancang program kerja utama dan pendamping yang bersifat interdisipliner. Program utama meliputi praktik pertanian ramah lingkungan melalui pembuatan pupuk organik cair (POC), pelatihan pembuatan briket dari limbah kering, inovasi paving block dari limbah plastik, digitalisasi pemasaran UMKM, serta perencanaan teknis pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT), jaringan irigasi perpipaan, dan sistem sprinkle untuk greenhouse. Program pendamping mencakup edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), bimbingan belajar, pendampingan TPQ, edukasi pertanian ramah lingkungan untuk anak, penanaman pohon waru di bantaran Bengawan Solo, dan pengukuran stok karbon pohon belimbing. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola lingkungan dan potensi desa secara inovatif. Petani memperoleh keterampilan pengolahan limbah menjadi produk ramah lingkungan, UMKM mampu memperluas akses pasar melalui digitalisasi, sementara pemuda mulai terlibat aktif dalam pengembangan wisata desa. Selain itu, pemerintah desa mendapat rancangan teknis infrastruktur yang mendukung keberlanjutan biosite. Dengan pendekatan kolaboratif dan partisipatif, program ini tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga menjadi dasar pembangunan desa berkelanjutan berbasis agrowisata, konservasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat