<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Laporan Akhir Kuliah Kerja Nyata-Tematik Kolaboratif Universitas Bojonegoro: Optimalisasi Potensi Desa Melalui Kampoeng Thengul Dalam Mendukung Pengembangan Culturesite Tari Dan Wayang Thengul Menuju Pembangunan Berkelanjutan</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Hartadi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Aditya Dharma Hartadi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Universitas Bojonegoro Kelompok 17 dilaksanakan di Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro dengan mengusung tema “Optimalisasi Potensi Desa Melalui Kampoeng Thengul dalam Mendukung Pengembangan Culturesite Tari dan Wayang Thengul Menuju Pembangunan Berkelanjutan.” Program ini berfokus pada tiga aspek utama, yaitu identifikasi potensi desa, pelestarian seni budaya tradisional, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis masyarakat. Melalui pendekatan partisipatif, kegiatan KKN diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi lokal secara berkelanjutan. Adapun program utama yang dilaksanakan mencakup pemetaan potensi desa berbasis QGIS yang menghasilkan peta komprehensif sebagai rujukan pembangunan, pembuatan video dokumenter budaya berjudul “Harmoni Budaya Sumberjo” yang mendokumentasikan nilai seni dan tradisi masyarakat, serta promosi produk lokal melalui media digital untuk memperluas jaringan pemasaran UMKM. Selain itu, mahasiswa juga melaksanakan program pendamping, antara lain edukasi akuaponik sederhana sebagai inovasi pertanian ramah lingkungan, bimbingan belajar di sekolah, TPQ, dan posko KKN untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, serta revitalisasi visual plang nama “Kampoeng Thengul” sebagai identitas budaya desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat dalam melestarikan budaya Wayang Thengul sebagai warisan budaya lokal, meningkatnya partisipasi pelaku UMKM dalam promosi digital, serta tersusunnya peta potensi desa yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan di masa depan. Program pendamping juga memberikan dampak positif terhadap penguatan sektor pendidikan, lingkungan, dan pelestarian identitas lokal. Secara keseluruhan, KKN TK Kelompok 17 tidak hanya memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Desa Sumberjo, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran praktis bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan secara langsung. Melalui sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah desa, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya desa mandiri, berdaya saing, serta berkelanjutan</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">H Social Sciences (General)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2026-01-01</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>LPPM UNIVERSITAS BOJONEGORO</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Other</mods:genre></mods:mods>