@phdthesis{repository4996, month = {February}, year = {2026}, title = {Analisis Konsentrasi NO2 di Jalan Rajekwesi Kabupaten Bojonegoro}, note = {22252011016}, school = {Fakultas Sains dan Teknik}, keywords = {NO2, kualitas udara, roadside, lalu lintas, Bojonegoro}, author = {Nanda Wahyu Setya, Setya}, abstract = {Nitrogen dioksida (NO{$_2$}) merupakan salah satu polutan udara yang banyak dihasilkan dari aktivitas kendaraan bermotor, terutama pada kawasan perkotaan dengan intensitas lalu lintas tinggi. Jalan Rajekwesi di Kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu jalur utama yang memiliki aktivitas transportasi padat dengan pola pergerakan kendaraan stop-and-go, terutama di sekitar Bundaran Jetak. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan konsentrasi NO{$_2$} di udara ambien, sehingga diperlukan pemantauan untuk menilai kesesuaiannya dengan baku mutu kualitas udara ambien berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021, yaitu 200 ug/m3 untuk periode rata-rata 1 jam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi NO{$_2$} di Jalan Rajekwesi serta mengidentifikasi periode waktu dengan potensi paparan tertinggi bagi masyarakat. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan roadside monitoring. Pengukuran dilakukan menggunakan Gas Detector Leak Monitor NO{$_2$} melalui metode grab sampling. Survei pendahuluan dilakukan selama 24 jam untuk menentukan waktu dengan konsentrasi tertinggi. Survei inti kemudian dilaksanakan pada hari Senin, Rabu, Jum'at, dan Minggu untuk mewakili variasi aktivitas harian. Selain pengukuran konsentrasi NO{$_2$}, parameter meteorologis seperti suhu, kelembapan, kecepatan angin, dan arah angin dicatat untuk mendukung analisis dispersi polutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi NO{$_2$} berfluktuasi pada setiap jam pengamatan. Konsentrasi tertinggi terjadi pada hari Senin pukul 15.00-16.00 WIB sebesar 378 ug/m3, yang telah melampaui baku mutu udara ambien nasional. Pada waktu lain, konsentrasi NO{$_2$} umumnya masih berada di bawah ambang batas. Peningkatan konsentrasi pada jam sibuk disebabkan oleh tingginya volume kendaraan dan rendahnya kecepatan angin yang menghambat proses pengenceran polutan. Kondisi meteorologi seperti suhu dan kelembapan tidak berpengaruh dominan, namun tetap menjadi faktor pendukung dalam proses dispersi. Temuan ini menunjukkan perlunya pemantauan berkala dan pengendalian emisi di wilayah perkotaan dengan lalu lintas padat seperti Jalan Rajekwesi.}, url = {https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/4996/} }