%K pernikahan dini, pendekatan sosio-kultural, gender responsif, pendampingan partisipatif, pemberdayaan komunitas. %I LPPM UNIVERSITAS BOJONEGORO %A Wulandari Septi Wulandari %A Septian Esa Septian %A Nurhaliza Puspa Ratri Nurhaliza %A Rahendra Jeuvani Putri Rahendra %X Pernikahan usia anak masih menjadi persoalan sosial yang dipengaruhi oleh norma budaya, ketimpangan gender, serta keterbatasan literasi kesehatan reproduksi di tingkat komunitas. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam mencegah pernikahan dini melalui pendekatan sosio-kultural dan gender responsif di Desa Sugihwaras, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro. Metode pelaksanaan menggunakan pendampingan partisipatif berbasis budaya yang mengintegrasikan dialog komunitas, pemetaan nilai sosial, literasi gender komunal, serta penguatan peran tokoh masyarakat dan remaja sebagai agen perubahan. Kegiatan dilaksanakan melalui diskusi kelompok terarah, lokakarya budaya, kelas edukasi kesehatan reproduksi, serta mentoring komunitas yang melibatkan pemerintah desa, kader perempuan, tokoh agama, dan pemuda. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai dampak kesehatan, sosial, dan ekonomi dari pernikahan dini, serta tumbuhnya kesadaran kritis untuk meninjau kembali norma yang selama ini dianggap wajar. Keterlibatan tokoh lokal dan penggunaan pendekatan budaya terbukti mampu menurunkan resistensi serta mendorong komitmen kolektif dalam mendukung penundaan usia perkawinan. Program ini menegaskan bahwa pencegahan pernikahan dini akan lebih efektif apabila dilakukan melalui dialog budaya yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan, sehingga perubahan tidak hanya terjadi pada tingkat individu, tetapi juga pada struktur sosial komunitas. %D 2026 %L repository5013 %T Laporan Akhir Pengabdian Kepada Masyarakat Internal Dosen: Pendekatan Sosio-Kultural dalam Pencegahan Pernikahan Dini di Masyarakat Berbasis Nilai Lokal dan Gender Responsif