@misc{repository5014, year = {2026}, title = {Laporan Akhir Pengabdian Kepada Masyarakat Internal Dosen: Gerakan Sekolah Adil Gender (Gesag): Program Edukasi Kesetaraan Gender dan Anti Kekerasan}, publisher = {LPPM UNIVERSITAS BOJONEGORO}, month = {January}, url = {https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/5014/}, abstract = {Gerakan Sekolah Adil Gender (GESAG) merupakan program pengabdian masyarakat yang bertujuan meningkatkan pemahaman siswa MTsN 1 Bojonegoro mengenai kesetaraan gender sebagai upaya pencegahan kekerasan dan bullying di lingkungan sekolah. Program ini berangkat dari maraknya kasus kekerasan berbasis gender di dunia pendidikan serta pentingnya pendidikan kritis untuk menantang norma sosial yang bias. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, GESAG mengadaptasi kurikulum GEMS yang mencakup refleksi, diskusi, simulasi, dan kegiatan gamifikasi untuk membangun kesadaran gender, empati, serta kemampuan resolusi konflik. Kegiatan pendampingan dilakukan tidak hanya kepada siswa tetapi juga melibatkan guru dan orang tua untuk memperkuat budaya sekolah yang aman, inklusif, dan adil. Dengan dukungan teori dan hasil penelitian terdahulu, program ini ditargetkan mampu menumbuhkan sikap saling menghormati, menghapus stereotip gender, serta menurunkan risiko kekerasan dan bullying melalui pembentukan nilai-nilai kesetaraan gender sejak dini. Melalui kegiatan edukasi dan pendampingan GESAG yang melibatkan diskusi reflektif, simulasi, serta pembelajaran partisipatif, peserta didik mampu mengenali bentuk-bentuk ketidakadilan gender, memahami dampak negatif kekerasan dan perundungan serta mampu mengembangkan sikap empati dalam membangun interaksi di lingkungan sekolah. Proses pembelajaran yang partisipatif ini mendorong siswa-siswi untuk terlibat secara aktif dalam mengkaji permasalahan yang mereka hadapi, sehingga pemahaman yang diperoleh menjadi lebih kontekstual dan aplikatif. Candaan bernuansa stereotip dan bias gender yang sebelumnya kerap terjadi kini mulai dipahami secara lebih kritis sebagai perilaku tidak tepat dan perlu diubah menjadi interaksi yang lebih setara dan saling menghormati. Perubahan cara pandang ini menunjukkan adanya pergeseran nilai dalam relasi sosial siswa-siswi, dari normalisasi perilaku diskriminatif menuju praktik interaksi yang berlandaskan rasa saling menghargai.}, author = {Esa Septian, Septian and Septi Wulandari, Wulandari and Dian Tita Islamiyah, Islamiyah and Kholili Maidatul Jannah, Jannah} }