@misc{repository5049, month = {January}, year = {2026}, title = {Laporan Penelitian Internal Dosen : Pemodelan Pengaruh Karakteristik Tanah Subgrade Terhadap Kerusakan Perkerasan Lentur Berdasarkan Nilai Cbr, Indeks Plastisitas, Dan Tekanan Pengembangan}, publisher = {LPPM UNIVERSITAS BOJONEGORO}, keywords = {subgrade, CBR, indeks plastisitas, tekanan pengembangan, kerusakan perkerasan lentur, pemodelan matematis.}, author = {Zainuddin, Zainuddin and Bella Lutfiani Al Zakina, Zakina and FERI HARDIANSAH, HARDIANSAH}, abstract = {Kerusakan perkerasan lentur pada ruas jalan lokal umumnya dipengaruhi oleh karakteristik tanah dasar (subgrade), terutama pada tanah dengan plastisitas tinggi dan daya dukung rendah. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan pengaruh karakteristik tanah subgrade terhadap tingkat kerusakan perkerasan lentur berdasarkan nilai California Bearing Ratio (CBR), Indeks Plastisitas (PI), dan tekanan pengembangan (swelling pressure). Metode penelitian meliputi pengujian laboratorium sifat indeks tanah (analisis saringan dan batas Atterberg), pengujian lapangan menggunakan Dynamic Cone Penetrometer (DCP) untuk estimasi nilai CBR, serta analisis korelasi dan regresi untuk menyusun model matematis kerusakan' Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah subgrade tergolong pasir berlempung dengan plastisitas sedang hingga tinggi (PI 24,04\%-32,65\%) dan nilai CBR sangat rendah ({$\pm$}1-3\%). Berdasarkan klasifikasi, tanah termasuk kelompok SC (Clayey Sand) menurut Unified Soil Classification System dan kelompok A-2-7 menurut AASHTO dengan kualitas subgrade sedang hingga buruk. Analisis statistik menunjukkan korelasi positif antara PI dan tingkat kerusakan, serta korelasi negatif antara CBR dan kerusakan perkerasan. Model matematis yang dikembangkan berbentuk fungsi non-linear terintegrasi : ? ? =k(PI{\ensuremath{\alpha}} {$\cdot$}Ps {\ensuremath{\beta}} CBR{\ensuremath{\gamma}} ) yang menunjukkan bahwa kerusakan meningkat secara signifikan pada kondisi plastisitas tinggi dan daya dukung rendah. Penelitian ini juga memperkenalkan parameter Indeks Kerentanan Subgrade (SVI) sebagai indikator prediktif awal risiko kerusakan. Model yang dihasilkan dapat digunakan sebagai pendekatan mekanistik-empiris dalam evaluasi dan perencanaan perkerasan berbasis kondisi tanah lokal.}, url = {https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/5049/} }