%0 Generic %A Meilisa Rusdiana Surya Efendi, Efendi %A Zuffa Anisa, Anisa %A Aulia Marttasya Putri, Putri %A Universitas Bojonegoro, %D 2026 %F repository:5067 %I LPPM UNIVERSITAS BOJONEGORO %K Ruellia napifera, FTIR, karakterisasi, kepolaran pelarut, gugus fungsi. %T Laporan Akhir Penelitian Internal Dosen : Karakterisasi Daun Gempur Batu Ruellia Napifera Dari Berbagai Pelarut Menggunakan Spektrofotometer Ftir %U https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/5067/ %X Daun Ruellia napifera (gempur batu) merupakan tanaman obat tradisional yang berpotensi mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder bioaktif. Jenis pelarut yang digunakan dalam proses ekstraksi berpengaruh terhadap komposisi kimia ekstrak yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi ekstrak daun Ruellia napifera yang diperoleh dari pelarut dengan tingkat kepolaran berbeda menggunakan spektrofotometer Fourier Transform Infrared (FTIR) guna mengidentifikasi gugus fungsi senyawa yang terkandung di dalamnya. Sampel daun dikeringkan, dihaluskan, kemudian diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan beberapa pelarut berdasarkan variasi kepolaran. Ekstrak yang diperoleh diuapkan hingga pekat, selanjutnya dianalisis menggunakan FTIR pada rentang bilangan gelombang 4000–400 cm⁻¹. Interpretasi spektrum dilakukan dengan mengidentifikasi pita serapan khas yang merepresentasikan gugus fungsi tertentu. Hasil analisis FTIR menunjukkan adanya pita serapan yang mengindikasikan keberadaan gugus O–H (3200–3600 cm⁻¹), C–H alifatik (2850 2950 cm⁻¹), C=O (sekitar 1700 cm⁻¹), C=C aromatik (1500–1600 cm⁻¹), serta C–O (1000–1300 cm⁻¹). Variasi intensitas dan pola serapan antar ekstrak menunjukkan bahwa perbedaan kepolaran pelarut memengaruhi profil senyawa yang terekstraksi. Ekstrak dengan pelarut polar cenderung menunjukkan serapan O–H yang lebih kuat, mengindikasikan kemungkinan kandungan senyawa fenolik dan flavonoid. Berdasarkan hasil karakterisasi, daun Ruellia napifera mengandung berbagai gugus fungsi yang berkaitan dengan metabolit sekunder bioaktif. Penelitian ini memberikan informasi awal mengenai profil kimia ekstrak sebagai dasar untuk penelitian lanjutan terkait isolasi dan uji aktivitas biologisnya.