<ctx:context-object xsi:schemaLocation="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx http://www.openurl.info/registry/docs/info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" timestamp="2026-06-23T02:19:03Z" xmlns:ctx="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XML"><ctx:referent><ctx:identifier>info:oai:repository.unigoro.ac.id:5177</ctx:identifier><ctx:metadata-by-val><ctx:format>info:ofi/fmt:xml:xsd:oai_dc</ctx:format><ctx:metadata><oai_dc:dc xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
        <dc:relation>https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/5177/</dc:relation>
        <dc:title>Evaluasi Kinerja Pengeringan Hybrid Untuk  Peningkatan Kualitas Komoditas Perishable Berdasarkan Parameter Teknis dan Ekonomis</dc:title>
        <dc:creator>Ardana Putri Farahdiansari, Farahdiansari</dc:creator>
        <dc:creator>Amalia Ma’rifatul Maghfiroh, Maghfiroh</dc:creator>
        <dc:subject>Prodi Teknik Industri</dc:subject>
        <dc:description>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pengeringan hybrid berbasis energi surya dalam meningkatkan kualitas dan nilai ekonomi komoditas hortikultura perishable dengan studi kasus cabai rawit. Pengujian dilakukan dengan membandingkan pengeringan konvensional dan pengeringan hybrid pada suhu 60°C selama 8 jam. Evaluasi kinerja dilakukan berdasarkan parameter teknis, meliputi laju pengeringan, kadar air, dan kualitas fisik produk, serta parameter ekonomis berupa efisiensi energi, unit cost, dan simulasi keuntungan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeringan hybrid memiliki laju pengeringan lebih tinggi dibandingkan metode konvensional, serta menghasilkan proses pengeringan yang lebih terkendali. Dari sisi energi, penggunaan panel surya menghasilkan nilai Specific Energy Consumption (SEC) sebesar 14,08 kWh/kg tanpa biaya energi operasional harian. Secara ekonomi, pengolahan cabai segar menjadi cabai kering memberikan nilai tambah yang signifikan dengan biaya produksi sekitar Rp 37.300 per kg dan potensi keuntungan pada harga jual Rp 45.000 per kg. Dibandingkan penjualan cabai segar saat harga anjlok, pengolahan menjadi cabai kering mampu menurunkan risiko kerugian akibat penyusutan busuk dan memperpanjang umur simpan produk. Secara keseluruhan, teknologi pengeringan hybrid berbasis energi surya terbukti layak secara teknis dan ekonomis serta berpotensi menjadi solusi penanganan pascapanen yang berkelanjutan bagi petani dan UMKM dalam menghadapi fluktuasi harga komoditas cabai.</dc:description>
        <dc:publisher>LPPM UNIVERSITAS BOJONEGORO</dc:publisher>
        <dc:date>2026-01-01</dc:date>
        <dc:type>Other</dc:type>
        <dc:type>NonPeerReviewed</dc:type>
        <dc:format>text</dc:format>
        <dc:language>en</dc:language>
        <dc:identifier>https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/5177/1/Ardana%20Putri_Ganjil2025.pdf</dc:identifier>
        <dc:identifier>  Ardana Putri Farahdiansari, Farahdiansari and Amalia Ma’rifatul Maghfiroh, Maghfiroh  (2026) Evaluasi Kinerja Pengeringan Hybrid Untuk Peningkatan Kualitas Komoditas Perishable Berdasarkan Parameter Teknis dan Ekonomis.  LPPM UNIVERSITAS BOJONEGORO.     </dc:identifier></oai_dc:dc></ctx:metadata></ctx:metadata-by-val></ctx:referent></ctx:context-object>