<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Conceptual Design And Aerodynamic Simulation Of a  Vtol Fixed-Wing UAV For Autonomous Logistic Delivery</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ashari</mods:namePart><mods:namePart type="family">Faisal Ashari</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Abryandoko</mods:namePart><mods:namePart type="family">Eko Wahyu Abryandoko</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Zahra</mods:namePart><mods:namePart type="family">Nayla Farikha Zahra</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) berkembang pesat sebagai alternatif transportasi logistik. UAV fixed-wing dikenal memiliki efisiensi energi tinggi dan kemampuan jelajah jauh, namun membutuhkan runway untuk take-off dan landing. Di sisi lain, multirotor menawarkan kemampuan lepas landas vertikal, tetapi memiliki keterbatasan jarak dan durasi terbang. Kombinasi kedua kemampuan tersebut melahirkan sistem Vertical Take-Off and Landing (VTOL) fixed-wing UAV, yang memungkinkan efisiensi jelajah tinggi sekaligus fleksibilitas operasi di area sempit. Sejumlah penelitian terdahulu menunjukkan potensi besar UAV jenis ini untuk misi logistik, namun masih terdapat keterbatasan pada aspek desain aerodinamika, efisiensi energi, dan performa transisi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan desain konseptual dan simulasi aerodinamika UAV VTOL fixed-wing untuk mendukung misi pengiriman logistik secara otonom. Fokus penelitian tidak sampai pada tahap pembuatan prototipe fisik, melainkan pada analisis desain yang sistematis melalui pendekatan komputasional. Simulasi dilakukan untuk mengevaluasi kinerja airfoil, distribusi gaya angkat, rasio hambatan, stabilitas statis, serta performa jelajah berdasarkan konfigurasi geometri yang dirancang. Dengan demikian, penelitian ini memberikan fondasi ilmiah yang kuat sebelum dilakukan pengembangan prototipe pada penelitian lanjutan. Metodologi penelitian mencakup analisis kebutuhan misi, perancangan model geometri UAV, pemilihan airfoil kandidat, serta simulasi aerodinamika 2D dan 3D menggunakan perangkat lunak XFLR5. Setiap konfigurasi dievaluasi berdasarkan grafik koefisien angkat (CL), koefisien hambatan (CD), rasio lift-to-drag (L/D), serta karakteristik stall. Analisis ini juga memperhatikan pengaruh aspek-aspek desain seperti wing loading, aspect ratio, dan kestabilan longitudinal yang sangat mempengaruhi performa UAV VTOL dalam misi logistik jarak menengah. Hasil penelitian ini diharapkan menghasilkan rekomendasi desain UAV VTOL fixed-wing yang optimal secara aerodinamika dan dapat dijadikan acuan untuk pengembangan sistem UAV logistik di Indonesia. Luaran penelitian berupa model desain digital, grafik performa aerodinamika, serta artikel ilmiah pada jurnal bereputasi Sinta 2. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam penguatan teknologi transportasi udara tanpa awak yang efisien, adaptif terhadap kondisi geografis Indonesia, dan relevan bagi kebutuhan distribusi logistik masa kini.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Prodi Teknik Industri</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2026-01-01</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>LPPM UNIVERSITAS BOJONEGORO</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Other</mods:genre></mods:mods>