<ctx:context-object xsi:schemaLocation="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx http://www.openurl.info/registry/docs/info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" timestamp="2026-06-24T03:35:41Z" xmlns:ctx="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XML"><ctx:referent><ctx:identifier>info:oai:repository.unigoro.ac.id:5213</ctx:identifier><ctx:metadata-by-val><ctx:format>info:ofi/fmt:xml:xsd:oai_dc</ctx:format><ctx:metadata><oai_dc:dc xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
        <dc:relation>https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/5213/</dc:relation>
        <dc:title>Analisa Terapan Teknologi Pengeringan Higienis pada Cabai Rawit Kering Untuk Stabilitas Pasokan di Luar Panen Raya</dc:title>
        <dc:creator>Ardana Putri Farahdiansari, Farahdiansari</dc:creator>
        <dc:creator>Faisal Ashari, Ashari</dc:creator>
        <dc:subject>Prodi Teknik Industri</dc:subject>
        <dc:description>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terapan desain higienis untuk memanfaatkan kelebihan pasokan cabai rawit saat musim panen raya, di mana banyak hasil panen yang tidak terserap ke pasar. Sedangkan saat panen di musim jeda, jumlah panen cabai tidak mampu memenuhi permintaan pasar sehingga terjadi lonjakan harga cabai rawit. Lonjakan harga cabai rawit memiliki variabilitas cukup tinggi, di mana harga terendah adalah Rp 15.000,00 namun harga tertinggi bisa mencapai Rp 100.000,00. Dengan adanya penerapan penggunaan rumah pengering DrySter Eco House, maka petani dapat menyimpan kelebihan hasil panen raya saat harga anjlok dan mengolahnya sebagai sediaan cabai rawit kering kemudian dapat menjualnya saat pasokan cabai rawit segar di pasaran menipis dan harga jual tinggi. Sistem rumah kaca DrySter Eco House mengandalkan energi matahari sebagai sumber utama. Pendekatan ini memanfaatkan struktur rumah kaca yang dilengkapi dengan teknologi pengontrol suhu dan kelembaban, serta bantuan sirkulasi udara yang memanfaatkan energi dari panel surya untuk mempertahankan kondisi optimal selama proses pengeringan. Dengan menggunakan teknologi rumah kaca, kadar air pada cabai rawit dapat dikurangi secara signifikan dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan metode pengeringan terbuka konvensional. Pemanfaatan energi terbarukan tidak hanya mengurangi biaya operasional, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan serta mampu menjaga kualitas cabai rawit yang dikeringkan. Penelitian ini mencakup uji coba dan pengukuran terhadap beberapa variabel, seperti suhu dan waktu pengeringan, untuk membandingkan hasil penjemuran konvensional dengan penjemuran menggunakan prototype DrySter Eco House. Dengan adanya persediaan cabai rawit yang berasal dari calon buangan panen, maka petani dapat menstabilkan pasokan cabai saat musim jeda sekaligus memperoleh pendapatan tambahan dari penjualan cabai kering.</dc:description>
        <dc:publisher>LPPM UNIVERSITAS BOJONEGORO</dc:publisher>
        <dc:date>2026</dc:date>
        <dc:type>Other</dc:type>
        <dc:type>NonPeerReviewed</dc:type>
        <dc:format>text</dc:format>
        <dc:language>en</dc:language>
        <dc:identifier>https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/5213/1/ARDANA%20PUTRI_Genap%202024_ANALISA%20TERAPAN%20TEKNOLOGI%20PENGERINGAN%20HIGIENIS.pdf</dc:identifier>
        <dc:identifier>  Ardana Putri Farahdiansari, Farahdiansari and Faisal Ashari, Ashari  (2026) Analisa Terapan Teknologi Pengeringan Higienis pada Cabai Rawit Kering Untuk Stabilitas Pasokan di Luar Panen Raya.  LPPM UNIVERSITAS BOJONEGORO.     </dc:identifier></oai_dc:dc></ctx:metadata></ctx:metadata-by-val></ctx:referent></ctx:context-object>