eprintid: 5275 rev_number: 11 eprint_status: archive userid: 273 dir: disk0/00/00/52/75 datestamp: 2026-07-09 02:33:11 lastmod: 2026-07-09 02:33:11 status_changed: 2026-07-09 02:33:11 type: other metadata_visibility: show creators_name: Septi Wulandari, Wulandari creators_name: Esa Septian, Septian creators_name: Vita Nugrah Septiana, Septiana creators_name: Novita Elisa Rusdiana Saputri, Saputri corp_creators: Universitas Bojonegoro title: Laporan Penelitian Internal Dosen: Kearifan Lokal “Satu Tungku Tiga Batu” dalam Penanggulangan Stunting: Kajian Kolaborasi Tokoh Pemerintah, Adat dan Agama ispublished: pub subjects: H1 divisions: sch_art keywords: Satu tungku tiga batu, stunting, Collaborative Governance, Country Collaboration abstract: Prevalensi stunting di Kabupaten Fakfak cukup tinggi, yakni 26%. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi masalah angka stunting yang tinggi, salah satunya dengan menggandeng tungku tiga batu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola proses kolaborasi "satu tungku tiga batu" yang melibatkan tokoh pemerintah, adat istiadat, dan agama serta mengetahui dukungan dan kendala dalam proses kolaborasi. Metode penelitian yang dilakukan bersifat kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, dimana pendekatan ini berupaya untuk memaknai fenomena "satu tungku tiga batu" dengan penelitian lapangan dan literatur. Peneliti mengamati langsung fenomena satu tungku iga batu, melakukan wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD). Menganalisa fenomena "satu tungku tiga batu" dengan menggunakan teori pemerintahan kolaboratif dan kolaborasi negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kolaborasi satu tungku tiga batu dalam penurunan stunting telah mengintegrasikan nilai-nilai yang biasa digunakan oleh tokoh adat dan agama dengan menempatkan dialog tatap muka secara informal, menciptakan komitmen yang ditandai dengan pengakuan saling ketergantungan, dan berbagi sumber daya, serta pemahaman untuk mencapai kemenangan kecil. Faktor pendukung kolaborasi menemukan kesadaran dari tiga tokoh dan masyarakat bahwa stunting sudah menjadi masalah besar, ada bentuk kerja sama dari tiga tokoh tersebut, dan ada sistem dan team building. Sementara itu, kendala yang muncul adalah ketimpangan biaya, kurangnya pemahaman, terutama dukungan dari OPD, ego sektoral dari pemerintah date: 2026-01-01 publisher: LPPM UNIVERSITAS BOJONEGORO full_text_status: public citation: Septi Wulandari, Wulandari and Esa Septian, Septian and Vita Nugrah Septiana, Septiana and Novita Elisa Rusdiana Saputri, Saputri (2026) Laporan Penelitian Internal Dosen: Kearifan Lokal “Satu Tungku Tiga Batu” dalam Penanggulangan Stunting: Kajian Kolaborasi Tokoh Pemerintah, Adat dan Agama. LPPM UNIVERSITAS BOJONEGORO. document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/5275/1/Septi%20Wulandari_Penelitian%20Laporan%20Akhir_Ready%20Print_20242025%20ganjil%20-%20Septi%20Wulandari.pdf