%0 Generic %A Ardana Putri Farahdiansari, Farahdiansari %A Anita Suri Al Khoirina, Khoirina %A Efa Ranggata Dewi, Dewi %A Universitas Bojonegoro, %D 2025 %F repository:5303 %I LPPM UNIVERSITAS BOJONEGORO %K ketahanan pangan, pemberdayaan, budikdamber, limbah, rumah tangga %T Laporan Pengabdian Kepada Masyarakat Internal Dosen: Swadaya Pangan Keluarga & Pemanfaatan Limbah melalui Budikdamber dalam Peningkatan Pemberdayaan Rumah Tangga Desa Kancer Kecamatan Ngraho %U https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/5303/ %X Lahan yang sempit seringkali menjadi tantangan bagi masyarakat atau komunitas yang ingin mengembangkan kegiatan budidaya ikan. Terbatasnya lahan yang sering terjadi di daerah perkotaan membuat aktivitas pengembangan budidaya semakin terkendala. Lahan yang tersedia semakin terbatas dan terbatasnya akses terhadap sumber daya alam menjadi kendala utama. Salah satu solusi untuk mengatasi kendala lahan sempit dalam budidaya nikan adalah metode budidaya ikan dalam ember. Metode ini memanfaatkan ruang yang terbatas dengan cara yang efisien dan hemat biaya, serta memungkinkan budidaya ikan di lingkungan rumah tangga. Pengabdian masyarakat merupakan salah satu bentuk komitmen dan tanggung jawab sosial yang dilakukan dalam memajukan kesejahteraan masyarakat dan memberikan solusi terhadap tantangan yang dihadapi oleh komunitas lokal. Salah satu aspek penting dalam pengabdian masyarakat adalah pengembangan dan penerapan teknologi atau metode inovatif yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dalam konteks tersebut, kegiatan bertujuan untuk melakukan penerapan budidaya ikan dalam ember (Budikdamber) di Desa Bancer Kecamatan Ngraho. Budikdamber merupakan metode budidaya ikan yang menggunakan ember sebagai wadah air yang berfungsi sebagai habitat bagi ikan. Budikdamber adalah membudidaya ikan dan sayuran dalam satu ember dengan penggunaan air yang lebih hemat, mudah dilakukan masyarakat di rumah masing-masing dengan modal yang relatif kecil serta akhirnya mampu mencukupi kebutuhan pangan masyarakat. Dari kegiatan ini, diperoleh bahwa masyarakat belum semua mengetahui bahwa terdapat teknik budidaya lele yang mudah dilakukan di media yang terbatas seperti ember bekas. Selama ini masyarakat berpikir untuk beternak lele memerlukan lahan yang luas atau dalam terpal. Dari 15 Kepala Keluarga (KK) di desa Bancer kecamatan Ngraho yang mendapatkan peralatan Budikdamber ini, dilakukan pendampingan sampai mereka mampu mengelola ternak lele beserta pemeliharaannya meliputi pemberian pakan, penggantian air, pemotongan atau pemanenan kangkong, serta memperkirakan waktu pemanenan ikan. Dengan adanya penerapan Budikdamber, diharapkan masyarakat akan mampu memiliki swadaya pangan dengan biaya yang terjangkau. Ikan lele adalah salah satu sumber pangan kaya gizi yang sangat bermanfaat untuk anak-anak sampai dewasa. Sehingga dengan adanya Budikdamber dapat meningkatkan pemanfaatan wadah seperti ember atau gentong bekas, serta memberi manfaat dalam peningkatan gizi keluarga.