%L repository5437 %K GDP, Industrialisasi, Foreign Direct Investment (FDI), Urbanisasi, Emisi CO₂, ARDL. %O 22602011014 %X Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh industrialisasi, Foreign Direct Investment (FDI), urbanisasi, dan emisi CO₂ terhadap Gross Domestic Product (GDP) di Indonesia dalam jangka pendek dan jangka panjang. Penelitian menggunakan data sekunder time series periode 1995–2024 yang diperoleh dari World Bank dan dianalisis menggunakan metode Autoregressive Distributed Lag (ARDL). Tahapan analisis meliputi uji stasioneritas, uji kointegrasi, uji lag optimum, uji asumsi klasik, estimasi ARDL, dan uji stabilitas model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka pendek hanya variabel urbanisasi yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap GDP dengan koefisien sebesar 163969,3 dan nilai probabilitas 0,0169, sedangkan industrialisasi, FDI, dan emisi CO₂ tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Dalam jangka panjang, urbanisasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap GDP dengan koefisien sebesar -68323,29 dan nilai probabilitas 0,0023. Sementara itu, industrialisasi berpengaruh negatif namun tidak signifikan dengan koefisien sebesar -1318,662 dan probabilitas 0,2948, FDI berpengaruh positif namun tidak signifikan dengan koefisien sebesar 3016,774 dan probabilitas 0,2159, serta emisi CO₂ berpengaruh positif namun tidak signifikan dengan koefisien sebesar 141,7641 dan probabilitas 0,2066. Temuan ini menunjukkan bahwa urbanisasi merupakan faktor yang paling berperan dalam memengaruhi GDP Indonesia dibandingkan industrialisasi, FDI, dan emisi CO₂ selama periode penelitian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembangunan perkotaan serta pertumbuhan ekonomi nasional. %I Ekonomi %D 2026 %T Analysis Industrialization, FDI, Urbanizatio And CO₂ Emissions On GDP In Indonesia : Autoregressive Distributed Lag (ARDL) Approach %A Khamuda Uges Maria Khamuda