<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi 7 Negara Mitra Non-Tradisional, Harga Ekspor, dan Inflasi Terhadap Volume Ekspor Manufaktur Ban Karet Indonesia Tahun 2015–2024</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Yudha</mods:namePart><mods:namePart type="family">Putra Pratama Yudha</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi (GDP), harga ekspor internasional, dan inflasi negara mitra terhadap volume ekspor manufaktur ban karet Indonesia ke 7 (tujuh) negara mitra non-tradisional, yaitu Mesir, Uni Emirat Arab, Meksiko, Brasil, Afrika Selatan, Pakistan, dan Turki, selama periode 2015–2024, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Data yang digunakan adalah data sekunder berbentuk data panel yang bersumber dari UN Comtrade dan World Bank, dengan teknik pengambilan sampel berupa total sampling sehingga diperoleh 70 titik observasi (7 negara x 10 tahun). Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi data panel berbentuk log linier dengan bantuan program Eviews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, GDP negara mitra berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap volume ekspor ban karet Indonesia, harga ekspor internasional berpengaruh negatif namun tidak signifikan, sedangkan inflasi negara mitra berpengaruh negatif dan signifikan. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor manufaktur ban karet Indonesia, dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 24,56 persen, sementara sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini mengindikasikan bahwa produk ban karet Indonesia memiliki sifat permintaan yang inelastis terhadap perubahan GDP dan harga ekspor internasional di pasar non-tradisional, namun sangat sensitif terhadap ketidakstabilan inflasi di negara mitra. Pemerintah dan eksportir disarankan untuk memperkuat diplomasi ekonomi serta memantau dinamika inflasi negara mitra sebagai indikator peringatan dini dalam menjaga stabilitas volume ekspor.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Prodi Ekonomi Pembangunan</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2026-07-01</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Ekonomi;Ekonomi Pembangunan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>