<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pengaruh Sanitasi Dan Akses Air Minum Layak Terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Di 34 Provinsi Indonesia Tahun 2020-2024</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Putri</mods:namePart><mods:namePart type="family">Fyorellaa Putri</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh akses sanitasi layak dan akses air minum layak terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di 34 provinsi di Indonesia tahun 2020-2024, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya ketimpangan capaian IPM antarprovinsi, khususnya antara wilayah barat dan timur Indonesia, yang diduga dipengaruhi oleh perbedaan akses terhadap infrastruktur lingkungan rumah tangga. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan data sekunder berupa data panel yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Teknik analisis yang digunakan adalah regresi data panel, dengan pemilihan model melalui Uji Chow, Uji Hausman, dan Uji Lagrange Multiplier (LM), yang menghasilkan Random Effect Model (REM) sebagai model estimasi terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses sanitasi layak berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM (t-statistik 2,268964; probabilitas 0,0299 &lt; 0,05; koefisien 0,1614), akses air minum layak juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM (t-statistik 2,847921; probabilitas 0,0075 &lt; 0,05; koefisien 0,1491), serta secara simultan kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap IPM (F-statistik 56,30294; probabilitas 0,0000 &lt; 0,05), dengan Adjusted R-squared sebesar 0,3956 yang menunjukkan kedua variabel mampu menjelaskan variasi IPM sebesar 39,56 persen. Temuan ini mengimplikasikan bahwa pemerintah pusat dan daerah perlu memprioritaskan pemerataan pembangunan infrastruktur sanitasi dan air minum layak, khususnya di wilayah tertinggal seperti Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku, sebagai strategi untuk mendukung peningkatan kualitas pembangunan manusia yang inklusif dan berkelanjutan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Prodi Ekonomi Pembangunan</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2026-06-30</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Ekonomi;Ekonomi Pembangunan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>