<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pengaruh Indeks Demokrasi, Indeks Teknologi Informasi dan Komunikasi, Terhadap Tingkat Kemiskinan di Indonesia dengan Indeks Pembangunan Manusia Sebagai Variabel Moderasi</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Putra</mods:namePart><mods:namePart type="family">Bima Permana Putra</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kemiskinan masih menjadi permasalahan pembangunan yang kompleks di Indonesia karena dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi, sosial, dan institusional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Demokrasi, Indeks Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia serta menguji peran IPM sebagai variabel moderasi selama periode 2015–2025. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa data panel (time series dan cross section) yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan Fixed Effect Model (FEM) dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks Demokrasi berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan, sehingga peningkatan kualitas demokrasi belum secara langsung mampu menurunkan kemiskinan. Indeks Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) juga berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan, yang mengindikasikan bahwa perkembangan teknologi belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan, yang berarti peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan standar hidup masyarakat mampu menurunkan tingkat kemiskinan. Hasil pengujian moderasi menunjukkan bahwa IPM tidak mampu memoderasi pengaruh Indeks Demokrasi maupun Indeks TIK terhadap tingkat kemiskinan. Kesimpulannya, pembangunan manusia merupakan faktor yang paling efektif dalam menurunkan kemiskinan di Indonesia, sedangkan peningkatan kualitas demokrasi dan perkembangan teknologi perlu didukung oleh kualitas sumber daya manusia yang memadai agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal dalam pengentasan kemiskinan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Prodi Ekonomi Pembangunan</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2026-07-22</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Ekonomi;Ekonomi Pembangunan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>