<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Analisis Jumlah Uang Beredar dan Inflasi Terhadap Nilai Tukar Rupiah di Indonesia: Pendekatan Dornbusch Overshooting Model dengan Metode ARDL</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Khoirunnisa</mods:namePart><mods:namePart type="family">Agristiana Khoirunnisa</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah uang beredar (M2) dan inflasi terhadap nilai tukar Rupiah/USD dalam jangka pendek dan jangka panjang, menganalisis pengaruh kedua variabel tersebut secara simultan, serta menguji adanya fenomena Dornbusch Overshooting pada nilai tukar Rupiah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa data time series tahunan periode 1996–2025 yang diperoleh dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), dan sumber resmi lainnya. Metode analisis yang digunakan adalah Autoregressive Distributed Lag (ARDL) karena mampu menganalisis hubungan jangka pendek dan jangka panjang antarvariabel serta menguji fenomena overshooting melalui perbandingan koefisien jangka pendek dan jangka panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah uang beredar berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar Rupiah/USD baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Inflasi berpengaruh signifikan dalam jangka pendek, namun tidak berpengaruh signifikan dalam jangka panjang. Secara simultan, jumlah uang beredar dan inflasi berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar Rupiah/USD. Hasil analisis Dornbusch Overshooting Model menunjukkan bahwa fenomena overshooting terjadi pada variabel jumlah uang beredar, yang ditunjukkan oleh nilai absolut koefisien jangka pendek yang lebih besar dibandingkan koefisien jangka panjang, sedangkan variabel inflasi tidak menunjukkan fenomena overshooting. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan jumlah uang beredar memberikan respons yang lebih kuat terhadap pergerakan nilai tukar dalam jangka pendek sebelum kembali menuju keseimbangan jangka panjang. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Bank Indonesia dan pemerintah dalam merumuskan kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Prodi Ekonomi Pembangunan</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2026-07-01</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Ekonomi;Ekonomi Pembangunan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>