<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Analisis Pengaruh Hilirisasi Minyak Kelapa Sawit Mentah Terhadap Kinerja Ekspor CPO dan Pertumbuhan Ekonomi: Studi Data Panel Pada 5 Negara Eksportir Utama Produk CPO</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Rozi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Moh. Fahrur Rozi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hilirisasi Crude Palm Oil (CPO) terhadap kinerja ekspor CPO dan pertumbuhan ekonomi, serta menguji peran mediasi kinerja ekspor pada 5 negara produsen utama CPO di kawasan Asia periode 2015–2024. Data sekunder bersumber dari basis data makroekonomi global, yang mencakup total 50 observasi. Metode analisis menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), di mana pengolahan data dilakukan menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan temuan yang beragam terhadap hipotesis yang diajukan. Hilirisasi CPO berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja ekspor agroindustri dengan nilai R-square sebesar 97,3%. Namun, hilirisasi tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi karena industri ini bersifat padat modal dan minim penyerapan tenaga kerja secara masif (enclave effect). Selanjutnya, kinerja ekspor CPO tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan anomali terhadap hipotesis Export-Led Growth (ELG) dan kinerja ekspor CPO juga terbukti belum mampu memediasi secara signifikan pengaruh hilirisasi terhadap pertumbuhan ekonomi, dengan model pertumbuhan ekonomi mencatatkan nilai R-square sebesar 12,9%. Kesimpulannya, meskipun hilirisasi berhasil mendongkrak kapasitas dan nilai ekspor, kendala struktural (kebocoran devisa) menghalangi keuntungan tersebut untuk sepenuhnya bertransmisi menjadi ekspansi ekonomi nasional. Disarankan agar pembuat kebijakan mempercepat penyederhanaan birokrasi perizinan, memperketat regulasi kewajiban parkir Devisa Hasil Ekspor (DHE), serta memperkuat integrasi tenaga kerja lokal guna memaksimalkan multiplier effect dari aktivitas hilirisasi.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Prodi Ekonomi Pembangunan</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2026-06-30</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Ekonomi;Ekonomi Pembangunan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>