@phdthesis{repository5896, year = {2026}, month = {July}, note = {22632011141}, school = {Ilmu Sosial dan Ilmu Politik}, title = {Kepemimpinan Transformasional dalam Mendorong Pemberdayaan Perempuan (Studi Kasus Desa Sambiroto Kabupaten Bojonegoro)}, author = {Ulan Fitria, Fitria}, url = {https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/5896/}, keywords = {Kepemimpinan Transformasional, Pemberdayaan Perempuan, Kepala Desa, Desa Sambiroto}, abstract = {Kepemimpinan transformasional kepala desa memiliki peran penting dalam mendorong pemberdayaan perempuan melalui berbagai program yang mampu meningkatkan kapasitas, kemandirian ekonomi, serta keterlibatan perempuan dalam pembangunan desa. Di Desa Sambiroto, berbagai program pemberdayaan perempuan dikembangkan, seperti Kelompok Batik Sambiroto dan Kelompok Asman Toga, sebagai upaya meningkatkan keterampilan, produktivitas, dan kesejahteraan perempuan. Meskipun berbagai bentuk dukungan telah diberikan oleh pemerintah desa, pelaksanaan pemberdayaan masih memerlukan penguatan agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh seluruh perempuan di desa.Penelitian ini bertujuan menganalisis kepemimpinan transformasional Kepala Desa Sambiroto dalam mendorong pemberdayaan perempuan berdasarkan empat dimensi Bass dan Avolio: Idealized Influence, Inspirational Motivation, Intellectual Stimulation, dan Individualized Consideration. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional Kepala Desa Sambiroto telah diterapkan melalui empat dimensi Bass dan Avolio. Pada dimensi Idealized Influence, kepala desa menjadi teladan dan membangun kepercayaan masyarakat melalui komitmennya terhadap pemberdayaan perempuan. Pada dimensi Inspirational Motivation, kepala desa memotivasi perempuan untuk mengembangkan potensi, meskipun keberlanjutan partisipasi masih menjadi tantangan yang ditandai dengan menurunnya keaktifan anggota dan dominasi keterlibatan perempuan dari organisasi PKK. Pada dimensi Intellectual Stimulation, kepala desa mendorong inovasi melalui pengembangan potensi lokal, peningkatan kualitas produk, dan kerja sama dengan berbagai pihak. Sementara itu, pada dimensi Individualized Consideration, kepala desa memberikan pembinaan, pendampingan, dan fasilitasi sesuai kebutuhan kelompok pemberdayaan. Secara keseluruhan, kepemimpinan transformasional berkontribusi dalam mendorong pemberdayaan perempuan, namun masih diperlukan upaya untuk memperluas dan menjaga keberlanjutan partisipasi perempuan.} }