@phdthesis{repository5897, year = {2026}, month = {July}, note = {22632011160}, school = {Ilmu Sosial dan Ilmu Politik}, title = {Kepemimpinan Transformasional Kepala Desa Ngringinrejo dalam Penguatan Agrowisata Kebun Belimbing}, author = {Vera Eka Fitriana, Fitriana}, url = {https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/5897/}, keywords = {Kepemimpinan Transformasional, Kepala Desa, Agrowisata Kebun Belimbing, Penguatan Agrowisata, Desa Ngringinrejo.}, abstract = {Agrowisata Kebun Belimbing di Desa Ngringinrejo merupakan salah satu potensi wisata unggulan di Kabupaten Bojonegoro yang berperan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Namun, dalam beberapa tahun terakhir jumlah kunjungan wisatawan mengalami penurunan sehingga diperlukan kepemimpinan yang mampu mendorong inovasi, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta memperkuat pengembangan agrowisata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepemimpinan transformasional Kepala Desa Ngringinrejo dalam penguatan Agrowisata Kebun Belimbing. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian berada di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro. Informan penelitian terdiri atas Kepala Desa, perangkat desa, pengurus BUMDes, pengelola Agrowisata Kebun Belimbing, dan masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan bantuan aplikasi NVivo 12 melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional Kepala Desa Ngringinrejo telah diterapkan melalui empat dimensi kepemimpinan transformasional Bass dan Avolio, yaitu idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration. Kepala desa mampu memberikan keteladanan dan membangun kepercayaan masyarakat dalam pengembangan agrowisata, memberikan motivasi melalui penyampaian visi dan pelibatan masyarakat, mendorong berbagai inovasi seperti program Rangers, pelatihan Good Handling Practice (GHP), serta pengembangan wisata edukasi, dan memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat melalui pemberdayaan serta pendampingan. Meskipun masih terdapat kendala, seperti promosi digital yang belum optimal dan partisipasi sebagian masyarakat yang masih perlu ditingkatkan, kepemimpinan transformasional yang diterapkan mampu mendukung penguatan Agrowisata Kebun Belimbing sebagai destinasi wisata unggulan desa.} }