%0 Thesis %9 Bachelor %A Arini Dwi Asmayta, Asmayta %A Universitas Bojonegoro, %B Administrasi Publik %D 2026 %F repository:5934 %I Ilmu Sosial dan Ilmu Politik %K Efektivitas, Program Bimbingan Perkawinan, Kantor Urusan Agama (KUA) %T Efektivitas Pelaksanaan Program Bimbingan Perkawinan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro %U https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/5934/ %X Program Bimbingan Perkawinan merupakan upaya pemerintah dalam mempersiapkan calon pengantin menghadapi kehidupan rumah tangga. Namun, pelaksanaannya di KUA Kecamatan Dander masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya partisipasi, ketidaklengkapan materi pokok, dan belum adanya fasilitator dari lintas sektor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan Program Bimbingan Perkawinan di KUA Kecamatan Dander. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Landasan teori yang digunakan adalah teori Efektivitas menurut Campbell J.P (1970) dalam Mutiarin dan Zaenudin (2014), yang mencakup lima indicator, yaitu keberhasilan program, keberhasilan sasaran, kepuasan terhadap program, tingkat input dan output, serta pencapaian tujuan menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Keberhasilan program baru tercapai pada tingkat pemahaman dasar, namun belum efektif karena hanya 3 dari 5 materi tersampaikan, tidak ada fasilitator lintas sektor, dan materi pengelolaan keuangan serta komunikasi/konflik hanya sebatas pengantar, padahal faktor ekonomi dan perselisihan merupakan penyebab dominan perceraian; (2) Keberhasilan sasaran belum optimal dengan cakupan peserta yang rendah dan faktor pekerjaan sebagai penghambat utama; (3) Kepuasan peserta cukup baik pada materi dan fasilitator, namun masih ada keluhan durasi dan kelengkapan materi; (4) Tingkat input dan output tidak seimbang karena keterbatasan sarana, prasarana, anggaran, dan durasi; (5) Pencapaian tujuan menyeluruh belum optimal karena keempat tahapan sebelumnya tidak dilaksanakan secara optimal. Secara keseluruhan, pelaksanaan Program Bimbingan Perkawinan di KUA Kecamatan Dander belum efektif. Program ini telah memberikan manfaat positif berupa peningkatan pemahaman dasar peserta, namun masih diperlukan perbaikan pada kesesuaian regulasi, peningkatan cakupan sasaran, pemenuhan sumber daya, dan peningkatan kedalaman materi agar efektivitasnya semakin optimal. %Z 22632011029