eprintid: 5959 rev_number: 32 eprint_status: archive userid: 1225 dir: disk0/00/00/59/59 datestamp: 2026-08-19 07:04:42 lastmod: 2026-08-19 07:04:42 status_changed: 2026-08-19 07:04:42 type: thesis metadata_visibility: show creators_name: Winsya Aulira Yuwanda, Yuwanda contributors_name: Ahmad Taufiq, Taufiq contributors_name: Esa Septian, Septian corp_creators: Universitas Bojonegoro title: Kolaborasi Pentahelix dalam Pengembangan Geopark Wisata Negeri Atas Angin di Desa Deling Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro ispublished: pub subjects: CB divisions: sch_art keywords: Kolaborasi Pentahelix, Collaborative Governance, Geopark Wisata Negeri Atas Angin, Pariwisata Berkelanjutan. note: 22632011014 abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses kolaborasi antar aktor pentahelix dalam pengembangan Geopark Wisata Negeri Atas Angin Kabupaten Bojonegoro. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri atas unsur pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, komunitas, dan media yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Analisis penelitian mengacu pada teori collaborative governance menurut Ansell dan Gash (2008) yang meliputi indikator face to face dialogue, trust building, shared understanding, interdependence, dan commitment to process. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi pentahelix dalam pengembangan Geopark Wisata Negeri Atas Angin telah melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, komunitas, dan media, namun belum berjalan secara optimal. Pada indikator face to face dialogue, komunikasi antar aktor masih didominasi forum formal dan belum berlangsung secara rutin serta setara. Pada indikator trust building, kepercayaan antar aktor mulai terbentuk, tetapi masih terbatas pada hubungan formal kelembagaan. Indikator shared understanding menunjukkan adanya kesamaan tujuan dalam pengembangan geopark yang berorientasi pada konservasi, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, meskipun implementasi peran masih berbeda-beda. Pada indikator interdependence, terdapat ketergantungan antar aktor dalam mendukung pengembangan geopark, namun koordinasi masih bersifat sektoral. Sementara itu, indikator commitment to process menunjukkan adanya komitmen dari masing-masing aktor, tetapi belum konsisten dalam pelaksanaan program secara berkelanjutan. Dengan demikian, kolaborasi pentahelix dalam pengembangan Geopark Wisata Negeri Atas Angin masih berada pada tahap perkembangan menuju kolaborasi yang lebih efektif dan berkelanjutan. date: 2026-07-27 date_type: published full_text_status: restricted institution: Ilmu Sosial dan Ilmu Politik department: Administrasi Publik thesis_type: bachelor thesis_name: sarjana citation: Winsya Aulira Yuwanda, Yuwanda (2026) Kolaborasi Pentahelix dalam Pengembangan Geopark Wisata Negeri Atas Angin di Desa Deling Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro. Bachelor thesis, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/5959/45/ABSTRAKK.pdf document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/5959/2/BAB%20I.pdf document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/5959/3/BAB%20II.pdf document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/5959/4/BAB%20III.pdf document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/5959/5/BAB%20IV.pdf document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/5959/43/Bab%20V.pdf document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/5959/44/LAMPIRANN.pdf