%O 22632011060 %L repository5973 %A Ulinuha Fajar Ulinuha %T Strategi Promotif Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro dalam Meningkatkan Usia Harapan Hidup %D 2026 %X Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tren Angka Harapan Hidup (AHH). Kabupaten Bojonegoro menunjukkan tren peningkatan UHH yang konsisten dari tahun 2021 sebesar 74,23 tahun menjadi 75,20 tahun pada tahun 2025, namun capaian tersebut masih berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur serta beberapa kabupaten tetangga seperti Lamongan. Hambatan dan tantangan utama dalam akselerasi UHH di wilayah ini dipengaruhi oleh transisi epidemiologi dengan bergesernya pola penyakit menuju Penyakit Tidak Menular (PTM). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan Analisis Strategi Promotif Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro Dalam Meningkatkan Usia Harapan Hidup. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study). Fokus penelitian didasarkan pada lima dimensi strategi pelayanan publik menurut David Osborne dan Plastrik, yaitu strategi inti (core strategy), strategi konsekuensi (consequences strategy), strategi pelanggan (customer strategy), strategi pengawasan (control strategy), dan strategi budaya (culture strategy). Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari informan kunci (jajaran Dinas Kesehatan dan tenaga medis Puskesmas) serta informan tambahan (tokoh masyarakat dan warga). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun manajemen dan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil Penelitian Menunjukan Implementasi Strategi Dinas Kesehatan Pada lima dimensi yakni Strategi Inti: Visi dan misi Dinas Kesehatan telah terintegrasi dengan visi besar daerah. Perencanaan program dijalankan berbasis data riil (evidence-based planning) dan Counter Verification Data (CVD) melalui beberapa program prioritas unggulan. Strategi Konsekuensi: Belum terdapat sistem penghargaan formal atau insentif khusus dari induk Dinas Kesehatan bagi pelaksana program promotif, melainkan diserahkan pada kebijakan otonomi internal masing-masing Puskesmas. Strategi Pelanggan: Penyesuaian program dilakukan melalui forum lintas sektor dan digitalisasi Survei Mawas Diri (SMD) lewat Google Form. Akses layanan diperluas melalui jaringan Puskesmas hingga Polindes Dusun Strategi Pengawasan: Pelaporan program telah mengadopsi sistem digitalisasi nasional melalui aplikasi KOMDAT Kemenkes. Pengawasan internal dilakukan melalui forum Lokakarya Mini (Lokmin) bulanan serta supervisi acak, sementara koordinasi lintas sektor diperkuat oleh payung hukum berupa Surat Edaran (SE) Germas dari Bupati. %I Imu Sosial Dan Ilmu Politik %K Strategi Promotif, Dinas Kesehatan, Usia Harapan Hidup, Kabupaten Bojonegoro.