%O 22542011015 %T Strategi Pemanfaatan Limbah Tanaman Pangan Sebagai Sumber Pakan Ternak Sapi Potong di Desa Setren Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro %D 2026 %A Alfarizqi Ahmad Yandy Alfarizqi %K Limbah Tanaman Pangan, Sapi Potong, Pakan Ternak, Strategi, SWOT %I Pertanian %X Pemanfaatan limbah tanaman pangan sebagai sumber pakan ternak sapi potong merupakan bentuk optimalisasi sumber daya lokal yang telah diterapkan oleh peternak di Desa Setren, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro. Limbah tanaman pangan seperti jerami padi, daun jagung, kulit jagung, dan kulit singkong memiliki potensi yang besar sebagai sumber pakan alternatif untuk mendukung ketersediaan pakan ternak secara berkelanjutan. Namun pemanfaatannya masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan pengetahuan peternak mengenai pengolahan limbah, keterbatasan sarana penyimpanan, serta ketersediaan limbah yang dipengaruhi oleh musim panen. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat agar pemanfaatan limbah tanaman pangan dapat dilakukan secara lebih optimal dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pemanfaatan limbah tanaman pangan sebagai sumber pakan ternak sapi potong serta merumuskan strategi yang sesuai dengan kondisi peternak setempat. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan Matriks Internal Factor Analysis Summary (IFAS), External Factor Analysis Summary (EFAS), Matriks InternalEksternal (IE), dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan limbah tanaman pangan telah menjadi bagian sistem penyediaan pakan ternak di Desa Setren, terutama saat hijauan mulai berkurang. Faktor internal terdiri atas kekuatan berupa kemudahan memperoleh limbah, ketersediaan yang melimpah, dan pengalaman peternak, sedangkan kelemahannya meliputi rendahnya pengetahuan pengolahan, keterbatasan sarana penyimpanan, dan sifat musiman limbah. Faktor eksternal terdiri atas peluang berupa meningkatnya permintaan daging sapi dan dukungan penyuluhan pemerintah, sedangkan ancamannya meliputi perubahan musim dan persaingan pemanfaatan limbah. Hasil analisis menunjukkan nilai IFAS sebesar 3,56 dan EFAS sebesar 3,70, sehingga posisi usaha berada pada Sel I Matriks IE (Grow and Build). (3) Strategi yang direkomendasikan meliputi peningkatan pemanfaatan limbah tanaman pangan, pengembangan teknologi pengolahan dan penyimpanan, peningkatan kapasitas peternak melalui penyuluhan, serta penguatan kerja sama antara peternak dan pihak terkait. %L repository5974