TY - THES A1 - Yusuf Aimar Maulana, Maulana AV - restricted KW - Implementasi Kebijakan KW - Program GAYATRI KW - Penanggulangan Kemiskinan ID - repository6005 UR - https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/6005/ N1 - 20632011126 PB - Ilmu Sosial dan Ilmu Politik M1 - bachelor TI - Implementasi Program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI) sebagai Upaya Penanggulangan Angka Kemiskinan di Kecamatan Ngambon Kabupaten Bojonegoro Y1 - 2026/07/29/ N2 - Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Ngambon Kabupaten Bojonegoro. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi Program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI) sebagai upaya penanggulangan angka kemiskinan di Kecamatan Ngambon Kabupaten Bojonegoro. Program GAYATRI merupakan program pemberdayaan masyarakat melalui bantuan usaha peternakan ayam petelur yang ditujukan kepada keluarga miskin untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edward III yang meliputi indikator komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program GAYATRI di Kecamatan Ngambon secara umum telah berjalan dengan baik. Pada indikator komunikasi, proses penyampaian informasi telah berlangsung secara jelas dan konsisten melalui sosialisasi, pelatihan, monitoring lapangan, serta media komunikasi digital. Pada indikator sumber daya, ketersediaan sumber daya manusia, anggaran, sarana prasarana, dan kewenangan pelaksana telah mendukung pelaksanaan program, meskipun jumlah pendamping lapangan masih terbatas. Pada indikator disposisi, para pelaksana menunjukkan komitmen dan dukungan yang baik dalam menjalankan program. Sementara itu, pada indikator struktur birokrasi telah terdapat pembagian tugas, mekanisme pelaksanaan, Standar Operasional Prosedur (SOP), serta koordinasi antarinstansi yang berjalan cukup efektif. Namun demikian, masih diperlukan peningkatan intensitas pendampingan, penguatan pemahaman terhadap SOP, serta optimalisasi monitoring dan evaluasi agar pelaksanaan Program GAYATRI dapat berlangsung lebih efektif dan berkelanjutan dalam mendukung upaya penanggulangan kemiskinan. ER -