@phdthesis{repository6011, note = {22632011068}, title = {Optimalisasi Pelayanan Aktivasi Identitas Kependudukan Digital Di Kabupaten Tuban}, month = {July}, year = {2026}, school = {Ilmu Sosial dan Ilmu Politik}, author = {Kinanti Kurnia Ni'matullah, Ni'matullah}, url = {https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/6011/}, abstract = {Pelayanan aktivasi Identitas Kependudukan Digital adalah pelayanan administrasi kependudukan yang bertujuan mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital agar masyarakat dapat mengakses identitas dan berbagai layanan administrasi kependudukan secara digital melalui aplikasi IKD. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Analisis dilakukan dengan menggunakan perspektif pengukuran kinerja sektor publik menurut Mardiasmo yang mencakup tiga indikator yaitu output, outcome, dan impact. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi terhadap informan dari pelaksana layanan serta masyarakat yang sudah melakukan aktivasi maupun belum melakukan aktivasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi pelayanan aktivasi identitas kependudukan digital di Kabupaten Tuban belum sepenuhnya optimal. Pelaksanaan pelayanan yang belum mencerminkan kriteria layanan berbasis digital dan pemanfaatan layanan IKD yang masih terbatas karena belum seluruh instansi mengakomodasi penggunaan IKD menjadi kendala yang menghambat efektivitas pelayanan dan percepatan transformasi digital pelayanan publik. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sosialisasi yang lebih intensif, peningkatan literasi digital, pengembangan sistem aplikasi, penyediaan sarana pendukung yang memadai serta perluasan kerja sama antar instansi agar pelayanan aktivasi IKD dapat tercapai secara maksimal dan mampu mendukung terwujudnya transformasi pelayanan administrasi kependudukan berbasis digital. Digital Population Identity (IKD) activation service is a population administration service aimed at activating Digital Population Identity, enabling the public to access their identity information and various population administration services digitally through the IKD application. This study employed a descriptive qualitative method. The analysis was conducted using Mardiasmo's public sector performance measurement perspective, which consists of three indicators: output, outcome, and impact. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving service providers and members of the public who had either activated or not yet activated their Digital Population Identity. The results indicate that the optimization of Digital Population Identity activation services in Tuban Regency has not been fully achieved. The implementation of services that does not yet fully reflect the characteristics of digital-based services, along with the limited utilization of IKD services due to the fact that not all institutions have accommodated the use of IKD, constitutes an obstacle to service effectiveness and the acceleration of digital transformation in public services. Therefore, more intensive socialization, improved digital literacy, application system development, adequate supporting infrastructure, and expanded inter-agency cooperation are required to maximize IKD activation services and support the realization of digital-based population administration service transformation.}, keywords = {Optimalisasi Pelayanan, Identitas Kependudukan Digital (IKD), Kinerja Sektor Publik} }