@phdthesis{repository6020, note = {22632011025}, title = {Strategi Pemerintah Kecamatan Balen dalam Penanggulangan Judi Online}, month = {July}, year = {2026}, school = {ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK}, author = {Alfito Dheanova, Dheanova}, url = {https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/6020/}, abstract = {Fenomena maraknya perjudian online di kalangan remaja telah menjadi permasalahan sosial yang mendesak, khususnya di wilayah hukum Polsek Balen, Polres Bojonegoro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis, dan mendeskripsikan peran serta upaya yang dilakukan oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Balen dalam menanggulangi tindak pidana perjudian online di kalangan remaja, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan penegakan hukum dan pencegahan tersebut.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis empiris (sosiologi hukum). Pendekatan ini dipilih untuk melihat bagaimana hukum pidana dan regulasi terkait perjudian online diimplementasikan secara nyata di lapangan. Sumber data dalam penelitian ini meliputi data primer yang diperoleh secara langsung melalui wawancara mendalam dengan pihak Kepolisian Sektor Balen (seperti Kapolsek, Kanit Reskrim, dan penyidik) serta tokoh masyarakat/remaja setempat, dan data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan (Kitab UndangUndang Hukum Pidana/KUHP dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik/UU ITE), buku, jurnal hukum, serta dokumen internal kepolisian. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis secara kualitatif dengan metode deskriptif-analitis untuk memberikan gambaran yang utuh dan mendalam mengenai objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran dan upaya Polsek Balen dalam menanggulangi judi online di kalangan remaja terbagi menjadi dua jalur utama, yaitu upaya preventif (pencegahan) dan upaya represif (penegakan hukum). Upaya preventif dilakukan melalui kegiatan sosialisasi berkala ke sekolah-sekolah,patroli siber skala lokal, penyuluhan kepada komunitas pemuda, serta kerja sama dengan pihak sekolah dan orang tua. Sementara itu, upaya represif dilakukan melalui tindakan hukum berupa penggerebekan tempat berkumpulnya remaja yang terindikasi bermain judi online, pemblokiran rekomendasi situs melalui koordinasi dengan satuan atas, serta penangkapan dan proses hukum terhadap pelaku yang memenuhi unsur pidana berdasarkan UU ITE dan KUHP. Meskipun demikian, Polsek Balen menghadapi berbagai hambatan signifikan dalam proses penanggulangan ini. Faktor hambatan tersebut meliputi: (1) Faktor internal, berupa keterbatasanpersonel yang memiliki keahlian khusus di bidang siber (IT), minimnya perangkat digital forensik di tingkat Polsek, serta keterbatasan anggaran operasional khusus penanganan kejahatan siber; (2) Faktor eksternal, yang mencakup sifat judi online yang anonim, perubahan domain situs judi yang sangat cepat dan server yang sering kali berada di luar negeri, kurangnya pengawasan dari orang tua, serta persepsi masyarakat yang masih menganggap judi online sebagai bentuk hiburan biasa atau sekadar permainan (game). Penelitian ini menyimpulkan perlunya peningkatan kapasitas teknologi informasi bagi personel Polsek Balen, pembentukan regulasi lokal yang lebih integratif, serta penguatan sinergi antara kepolisian, institusi pendidikan, dankeluarga demi menekan angka penularan judi online pada generasi muda.}, keywords = {peran kepolisian, penanggulangan, judi online, remaja, polsek balen.} }