%O 22632011103 %L repository6037 %A Romadloni Novita Sari Romadloni %T Analisis Kinerja Dinas Perhubungan dalam Pengawasan Fungsi Trotoar di Kabupaten Bojonegoro %D 2026 %X Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Dinas Perhubungan dalam pengawasan fungsi trotoar di Kabupaten Bojonegoro. Permasalahan penelitian dilatarbelakangi oleh masih ditemukan banyak nya penyalahgunaan fungsi trotoar sebagai tempat parkir kendaraan dan aktivitas pedagang kaki lima, sehingga dapat mengganggu fungsi trotoar sebagai fasilitas bagi pejalan kaki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari pihak Dinas Perhubungan, juru parkir Dinas Perhubungan, dan masyarakat/ pengguna trotoar. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Analisis kinerja menggunakan lima indikator kinerja organisasi publik menurut Dwiyanto, yaitu produktivitas, kualitas pelayanan, responsivitas, responsibilitas, dan akuntabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro dalam pengawasan fungsi trotoar secara keseluruhan telah berjalan cukup baik, tetapi belum optimal. Pada aspek produktivitas, pengawasan telah dilakukan melalui patroli rutin dan penindakan terhadap pelanggaran, namun masih ditemukan penyalahgunaan trotoar di beberapa lokasi. Pada aspek kualitas pelayanan, Dinas Perhubungan telah menyediakan mekanisme pelaporan dan menindaklanjuti laporan masyarakat, tetapi sebagian masyarakat masih belum mengetahui mekanisme pelaporan serta kepuasan masyarakat terhadap pengawasan masih beragam. Pada aspek responsivitas, Dinas Perhubungan mampu merespons pelanggaran melalui patroli, identifikasi lokasi rawan, dan koordinasi dengan Satpol PP, tetapi penanganannya belum maksimal karena keterbatasan kewenangan dan luasnya lokasi yang harus diawasi. Pada aspek responsibilitas, pelaksanaan pengawasan telah sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku melalui tindakan persuasif berupa teguran dan imbauan sebelum dilakukan tindakan lebih lanjut. Sementara itu, aspek akuntabilitas telah berjalan cukup baik melalui evaluasi, pelaporan, koordinasi, serta penyampaian informasi melalui media sosial dan sosialisasi, meskipun transparansi hasil pengawasan dan mekanisme pengaduan masih perlu ditingkatkan. Secara keseluruhan, kendala utama dalam pengawasan fungsi trotoar meliputi keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya kesadaran masyarakat, serta perlunya peningkatan koordinasi dan penegakan aturan secara berkelanjutan %I Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik %K Kinerja Organisasi, Dinas Perhubungan, Pengawasan Fungsi Trotoar