<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Implementasi Program Angkutan Pelajar Gratis di Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Nabela</mods:namePart><mods:namePart type="family">Dyah Ayu Nabela</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Implementasi Program Angkutan Pelajar Gratis di Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro. Program ini merupakan kebijakan prioritas pemerintah daerah di bidang pendidikan dan kesejahteraan masyarakat yang bertujuan mengurangi kepadatan lalu lintas, emisi gas karbon, dan angka kecelakaan pada usia pelajar, sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga melalui penyediaan transportasi gratis bagi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menganalisis implementasi program melalui Model Kesesuaian (Fit Model) David C. Korten, yang menitikberatkan pada tiga elemen kesesuaian, yaitu kesesuaian program dengan kelompok sasaran, kesesuaian program dengan organisasi pelaksana, dan kesesuaian organisasi pelaksana dengan lingkungan sasaran. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan informan yang ditentukan secara purposive sampling, serta dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program telah berjalan cukup baik dan menunjukkan sinergi yang kuat pada ketiga elemen kesesuaian tersebut. Tujuan dan strategi program dipahami secara selaras oleh seluruh aktor, mulai dari Dinas Perhubungan, Organda, pengemudi, hingga orang tua siswa. Intensitas pengawasan pelaksana tergolong tinggi melalui sistem digital berbasis GPS dan validasi manifes, sementara proses layanan bagi siswa berjalan ringkas cukup melalui pemindaian barcode. Meskipun demikian, implementasi program masih menghadapi kendala berupa kerentanan infrastruktur digital pendukung aplikasi yang berdampak pada pendapatan pengemudi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem teknis pendukung dan perluasan rute secara bertahap agar tujuan pemerataan akses pendidikan bagi pelajar dapat tercapai secara lebih optimal.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Prodi Administrasi Publik</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2026-07-29</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Ilmu Sosial dan Ilmu Politik;Administrasi Publik</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>