%0 Thesis %9 Bachelor %A Erika Handayani, Handayani %A Universitas Bojonegoro, %B Administrasi Publik %D 2026 %F repository:6109 %I Ilmu Sosial dan Ilmu Politik %K Efektivitas Program, PMT Balita, Gizi Balita, Posyandu, Desa Sukorejo. %T Efektivitas Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Balita dalam Peningkatan Gizi Anak di Desa Sukorejo Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro %U https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/6109/ %X Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Balita merupakan salah satu intervensi pemerintah untuk meningkatkan status gizi balita serta mencegah gizi kurang, gizi buruk, dan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Program PMT Balita dalam peningkatan gizi anak di Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, yang masih menghadapi kendala berupa rendahnya pemahaman orang tua tentang gizi, partisipasi posyandu yang belum optimal, serta keterbatasan anggaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala desa, bidan desa, kader Posyandu, dan ibu balita penerima PMT. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan teori efektivitas Edy Sutrisno yang meliputi pemahaman program, ketepatan sasaran, ketepatan waktu, tercapainya tujuan, dan perubahan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program PMT Balita di Desa Sukorejo secara umum telah berjalan cukup efektif. Program telah dipahami dengan baik oleh sebagian besar masyarakat melalui sosialisasi yang rutin, penetapan sasaran dilakukan berdasarkan hasil penimbangan dan pengukuran status gizi balita, serta pelaksanaannya berlangsung rutin sesuai jadwal posyandu. Program juga memberikan dampak positif berupa peningkatan berat badan dan status gizi balita, meningkatnya nafsu makan anak, bertambahnya pengetahuan orang tua tentang gizi seimbang, serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan posyandu. Namun, pelaksanaan program masih menghadapi kendala berupa keterbatasan anggaran, ketidakhadiran sebagian balita pada kegiatan posyandu, variasi menu PMT yang terbatas, dan belum meratanya pemahaman orang tua mengenai gizi balita. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sosialisasi, penguatan peran kader posyandu, dan dukungan anggaran yang berkelanjutan agar pelaksanaan Program PMT Balita semakin optimal. %Z 24632012209