<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Analisis Pemanfaatan Embung Desa Siwalan Kecamatan Sugihwaras Untuk Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih dan Perencanaan Jaringan Distribusi Menggunakan Aplikasi Epanet</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Aini</mods:namePart><mods:namePart type="family">Lusi Nur Aini</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Desa Siwalan, Kecamatan Sugihwaras khususnya Dusun Dampet merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Bojonegoro mengalami krisis air bersih pada musim kemarau akibat sumur bor warga mengalami kekeringan. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memanfaatkan Embung Desa Siwalan sebagai sumber air bersih, namun kualitas air embung yang keruh dan mengandung zat organik yang tinggi  memerlukan pengolahan sebelum didistribusikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan embung untuk pemenuhan kebutuhan air bersih serta merencanakan jaringan distribusi menggunakan Software EPANET 2.2 dan sistem filtrasi. Metode yang digunakan meliputi perhitungan kebutuhan air bersih berdasarkan proyeksi penduduk 10 tahun, ketersediaan air berdasarkan karakteristik tampungan embung, analisis neraca air, perencanaan jaringan distribusi menggunakan Aplikasi Epanet, serta perencanaan sistem filtrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih 10 tahun kedepan pada tahun 2035 untuk 633 jiwa adalah 0.47 lt/dt dengan tingkat pelayanan 80%. Analisis neraca air menunjukkan tingkat keandalan embung adalah 100% dalam memenuhi kebutuhan air bersih sebesar 14.785,8 m3/tahun. Hasil perancangan dan analisis hidrolis pada jaringan distribusi air bersih diperoleh hasil kecepatan aliran sebesar 0,31-0,77 m/s. Hasil tekanan tertinggi terletak pada junction J3 sebesar 31,56 m, titik pelayanan terjauh terletak pada junction J18 sebesar 12,03 m dan hasil yang paling rendah berada pada junction J17 sebesar 10,14 m. Hal ini menunjukkan bahwa sistem jaringan perpipaan yang direncanakan telah memenuhi kriteria teknis hidraulika sesuai dengan ketentuan Permen PUPR No 27/PRT/M/2016. Sistem filtrasi mampu memenuhi standar kualitas air bersih untuk seluruh parameter fisika dan beberapa parameter kimia pH, Nitrat, Nitrit, dan Kromium Valensi 6 (Cr6+), namun kandungan besi (Fe) 0,32 mg/l dan mangan (Mn) 0,2 belum memenuhi standar baku muku yang ditetapkan dalam PERMENKES RI No. 2 Tahun 2023, sehingga memerlukan penambahan variasi media filter. Dengan demikian, Embung Desa Siwalan layak dimanfaatkan sebagai sumber air bersih dengan dukungan pengolahan tambahan, serta jaringan distribusi yang dirancang dinilai layak untuk mendukung pengelolaan sumber daya air dan perencanaan sistem jaringan distribusi di Desa sesuai kebutuhan pelayanan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Prodi Teknik Sipil</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2026-07-30</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sains dan Teknik;Teknik Sipil</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>