<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Analisis Penggunaan Fondasi Spun Pile Menggunakan Program GEO5 (Studi Kasus: Gedung Ji’ronah Rumah Sakit Aisyiyah Bojonegoro)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Putri</mods:namePart><mods:namePart type="family">Aulia Rahmadina Putri</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pembangunan gedung bertingkat pada kondisi tanah lunak memerlukan perencanaan fondasi yang mampu menahan beban struktur serta memenuhi persyaratan daya dukung dan penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan fondasi spun pile sebagai alternatif fondasi pada Gedung Ji’ronah Rumah Sakit Aisyiyah Bojonegoro dengan mengevaluasi daya dukung dan penurunan fondasi menggunakan program GEO5. Pemodelan dilakukan dengan mempertahankan kondisi eksisting gedung, meliputi kondisi tanah, pembebanan struktur, serta susunan kelompok tiang P2, P4, P5, dan P6. Setiap susunan dianalisis menggunakan tiga variasi diameter spun pile, yaitu 400 mm, 600 mm, dan 800 mm, sehingga diperoleh dua belas model fondasi. Metode penelitian yang digunakan adalah Spring Method dan Analytical Solution pada program GEO5. Hasil analisis menunjukkan bahwa daya dukung tiang tunggal meningkat seiring dengan bertambahnya diameter tiang, yaitu sebesar 3436,29 kN pada diameter 400 mm, 5296,30 kN pada diameter 600 mm, dan 7250,88 kN pada diameter 800 mm. Begitu pun dengan daya dukung kelompok tiang yang menunjukkan nilai berbeda karena dipengaruhi oleh jumlah, susunan, dan interaksi antar tiang. Sementara itu, hasil penurunan menunjukkan bahwa semakin besar diameter tiang menghasilkan penurunan yang cenderung lebih kecil. Nilai penurunan berdasarkan Spring Method berada pada rentang 5,9–30,5 mm, sedangkan Analytical Solution menghasilkan penurunan sebesar 15,0–27,9 mm. Metode Analytical Solution menghasilkan penurunan yang lebih besar dibandingkan Spring Method. Berdasarkan hasil analisis, penggunaan fondasi spun pile dengan variasi diameter yang lebih kecil dapat digunakan sebagai alternatif fondasi dengan mempertimbangkan daya dukung dan penurunan yang dihasilkan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Prodi Teknik Sipil</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2026-07-29</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sains dan Teknik;Teknik Sipil</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>