<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pemanfaatan Limbah Cangkang Bekicot (Achatina Fulica) Sebagai Filler dan Plastik Pet Sebagai Modifikator Aspal Pada Campuran Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Afif</mods:namePart><mods:namePart type="family">Da'i Andika Sholeh Afif</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Peningkatan pembangunan infrastruktur jalan menyebabkan kebutuhan material perkerasan terus meningkat, sementara penggunaan material konvensional secara berlebihan dapat mengurangi ketersediaan sumber daya alam dan meningkatkan biaya konstruksi. Di sisi lain, limbah cangkang bekicot (Achatina fulica) dan limbah plastik Polyethylene Terephthalate (PET) masih belum dimanfaatkan secara optimal sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan limbah cangkang bekicot sebagai filler dan plastik PET sebagai modifikator aspal terhadap karakteristik campuran Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC), serta menentukan kombinasi variasi yang menghasilkan karakteristik Marshall optimum. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen laboratorium dengan mengacu pada Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi II. Variasi filler cangkang bekicot yang digunakan sebesar 0%, 10%, dan 20%, sedangkan variasi plastik PET sebesar 0%, 2%, dan 4% terhadap kadar aspal optimum. Sebelum pembuatan benda uji dilakukan pengujian karakteristik agregat, filler, dan aspal untuk memastikan seluruh material memenuhi persyaratan, kemudian dilakukan pengujian Marshall yang meliputi parameter stabilitas, flow, Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), Void Filled with Asphalt (VFA), dan Marshall Quotient (MQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan filler cangkang bekicot dan plastik PET memberikan pengaruh terhadap seluruh parameter Marshall, di mana peningkatan kadar kedua material menghasilkan perubahan nilai stabilitas, flow, VIM, VMA, VFA, dan MQ pada setiap variasi campuran. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh kombinasi variasi optimum yang memenuhi persyaratan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi II, sehingga limbah cangkang bekicot sebagai filler dan plastik PET sebagai modifikator aspal dapat dimanfaatkan sebagai material alternatif yang ramah lingkungan untuk meningkatkan kinerja campuran AC-WC sekaligus mendukung upaya pengurangan limbah dan penerapan konstruksi jalan yang berkelanjutan</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Prodi Teknik Sipil</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2026-07-28</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sains dan Teknik;Teknik Sipil</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>