%0 Thesis %9 Bachelor %A Hendy Setyo Waloyo, Waloyo %A Universitas Bojonegoro, %B Teknik Sipil %D 2026 %F repository:6302 %I Sains dan Teknik %K Kepadatan Tanah, Fraksi Agregat, Tanah Desa Menilo, Standard Proctor, California Bearing Ratio (CBR). %T Hubungan Nilai Kepadatan dan Fraksi Agregat Terhadap Nilai CBR (Studi Kasus Tanah di Desa Menilo Kecamatan Soko Kabupaten Tuban) %U https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/6302/ %X Tanah di Desa Menilo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban dipilih sebagai objek penelitian karena merupakan lokasi penambangan tanah yang banyak dimanfaatkan sebagai material urugan pada berbagai proyek konstruksi. Meskipun penggunaannya cukup luas, informasi mengenai karakteristik teknis, tingkat kepadatan, distribusi fraksi agregat, serta daya dukung tanah masih terbatas sehingga diperlukan penelitian untuk memastikan kelayakannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan tanah metode AASHTO, menentukan nilai kepadatan tanah, serta menganalisis hubungan antara kepadatan dan fraksi agregat terhadap nilai California Bearing Ratio (CBR). Penelitian melalui pengujian laboratorium terhadap sampel tanah yang diambil dari Desa Menilo. Pengujian meliputi analisis saringan (sieve analysis), batas Atterberg, berat jenis menggunakan piknometer, Standard Proctor, dan California Bearing Ratio (CBR). Hasil pengujian nilai berat jenis spesifik (Gs) sebesar 2,57 pada sampel pertama dan 2,62 pada sampel kedua dengan rata-rata 2,60 g/cm³. Nilai batas cair (Liquid Limit/LL) sebesar 44,40%, batas plastis (Plastic Limit/PL) sebesar 25,72%, dan indeks plastisitas (Plasticity Index/PI) sebesar 18,68%. Pengujian Standard Proctor kepadatan kering maksimum (Maximum Dry Density/MDD) sebesar 1,50 g/cm³ pada kadar air optimum (Optimum Moisture Content/OMC) sekitar 17%, sedangkan nilai CBR laboratorium sebesar 14,81%. sistem klasifikasi AASHTO, tanah termasuk kelompok A-7-6, yaitu tanah lempung dengan plastisitas tinggi yang memiliki kualitas kurang baik sebagai tanah dasar (subgrade). Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan kepadatan tanah berpengaruh terhadap meningkatnya nilai CBR karena susunan partikel menjadi lebih rapat dan stabil, sedangkan dominasi fraksi halus menyebabkan nilai CBR relatif rendah. Oleh karena itu, tanah Desa Menilo masih dapat dimanfaatkan sebagai material urugan dengan syarat dilakukan pengendalian kadar air selama proses pemadatan. %Z 22222011107