eprintid: 6306 rev_number: 19 eprint_status: archive userid: 1841 dir: disk0/00/00/63/06 datestamp: 2026-08-24 02:45:54 lastmod: 2026-08-24 02:45:54 status_changed: 2026-08-24 02:45:54 type: thesis metadata_visibility: show creators_name: Muhammad Sabiq Fil Haq, Haq contributors_name: Suji’at, Suji’at contributors_name: Toni Budi Santoso, Santoso corp_creators: Universitas Bojonegoro title: Studi Perbandingan Penggunaan Agregat Halus Pasir Lumajang, Pasir Kalitidu Bojonegoro dan Pasir Blitar Terhadap Kuat Tekan Beton ispublished: pub subjects: CJ divisions: ts keywords: agregat halus, pasir, kuat tekan beton, gradasi, mix design note: 22222011166 abstract: Beton merupakan material konstruksi yang paling banyak digunakan, dengan agregat sebagai komponen dominan yang mencapai 60–75% dari total volume. Karakteristik agregat halus (pasir) sangat memengaruhi mutu beton, khususnya kuat tekan yang dihasilkan. Di Jawa Timur, pasir Bojonegoro (Kalitidu), Lumajang, dan Blitar tersedia melimpah dan sering digunakan sebagai bahan campuran beton, namun ketiganya memiliki karakteristik geologi yang berbeda sehingga berpotensi menghasilkan kualitas beton yang berbeda. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik ketiga jenis pasir tersebut, menganalisis perbedaan pengaruhnya terhadap kuat tekan beton, serta menentukan jenis pasir yang menghasilkan kuat tekan paling optimal. Penelitian dilakukan di laboratorium Universitas Unigoro dengan membuat benda uji silinder berukuran diameter 15 cm x tinggi 30 cm. Pengujian karakteristik agregat meliputi gradasi, kadar lumpur, kadar air, berat jenis, dan kandungan organik, mengacu pada SNI. Mix design dihitung berdasarkan SNI 7656:2012, sedangkan pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 7, 14, 21, dan 28 hari menggunakan Compression Testing Machine (CTM) sesuai SNI 1974:2011. Hasil penelitian menunjukkan pasir Lumajang memiliki karakteristik paling baik (gradasi FM 2,79, kadar lumpur 1,00%) dibandingkan pasir Blitar dan Kalitidu. Nilai kuat tekan beton umur 28 hari tertinggi diperoleh dari pasir Lumajang sebesar 16,58 MPa, diikuti pasir Blitar 12,45 MPa, dan pasir Kalitidu 11,82 MPa. Meskipun demikian, ketiga variasi belum mencapai kuat tekan rencana (f'c = 20 MPa). Keunggulan pasir Lumajang dikaitkan dengan gradasi yang sesuai Zona 2, kadar lumpur rendah, dan kadar air stabil sehingga menghasilkan ikatan pasta semen-agregat yang lebih baik. date: 2026-07-29 date_type: published full_text_status: restricted institution: Sains dan Teknik department: Teknik Sipil thesis_type: bachelor thesis_name: sarjana citation: Muhammad Sabiq Fil Haq, Haq (2026) Studi Perbandingan Penggunaan Agregat Halus Pasir Lumajang, Pasir Kalitidu Bojonegoro dan Pasir Blitar Terhadap Kuat Tekan Beton. Bachelor thesis, Sains dan Teknik. document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/6306/1/ABTRAK.pdf document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/6306/2/BAB%20I.pdf document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/6306/3/BAB%20II.pdf document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/6306/4/BAB%20III.pdf document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/6306/5/BAB%20IV.pdf document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/6306/6/BAB%20V.pdf document_url: https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/6306/7/LAMPIRAN.pdf