<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pengaruh Presentase Reclaimed Aspal Pavement (RAP) Terhadap Karakteristik Marshall dan Ketahanan Deformasi Permanen Campuran AC-WC pada Penggunaan Filler Abu Pelepah Pisang</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Zamni</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ani Nuraini Zam Zamni</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Reclaimed Asphalt Pavement (Pw4P) merupakan perkerasan aspal lama yang diperoleh melalui proses pengupasan perkerasan jalan. Penggunaan R.4P dapat memengaruhi karakteristik campuran beraspal sehingga diperlukan bahan tambahan yang dapat memperbaiki kinerja campuran salah satunya yaitu abu pelepah pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi persentase RAP terhadap karakteristik Marshall dan kepadatan campuran ÅC-WC dengan filler abu pelepah pisang serta menentukan persentase Tup optimum yang menghasilkan nilai Marshall Quotient terbaik sehagai indikator ketahanan terhadap deformasi permanen sesuai Spesifikasi Umum Bina Marga 2018. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan variasi RAP sebesar 0%, 1500, 3000, dan 4500 dan Filler ahu pelepah pisang sebesar 000 dan 3%, sedangkan kadar aspal optimum (KAO) sebesar 6, 6500. Pengujian karakteristik Marshall berupa stabilitas, flow, VIM, VM,4, WA, Marshall Quotient (MQ), dan density. Hasil penelitian menunjukkan variasi Tup memengaruhi karakteristik Marshall dan kepadatan campuran A C-WC. Pada campuran abu pelepah pisang 000 parameter density, VMA, VFÅ, stabilitas, flow, dan MQ memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 sedangkan nilai VIM yang memenuhi pada variasi R4P 000. Pada campuran penambahan abu pelepah pisang 3% seluruh variasi Tup memenuhi persyaratan Marshall. Persentase RAP optimum berdasarkan nilai MQ sebagai indikator ketahanan deformasi permanen pada penggunaan filler abu pelepah pisang 00/0 terdapat pada presentase 1500 sebesar 484,03 kg/mm, sedangkan pada penggunaan filler ahu pelepah pisang 300 terdapat pada presentase 45% sebesar 552, 73 kg/mm. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaanfiller abu pelepah pisang sebesar 3% mampu meningkatkan karakteristik Marshall serta menghasilkan ketahanan deformasi permanen yang lebih baik dibandingkan campuran tanpa abu pelepah pisang.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Prodi Teknik Sipil</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2026-07-28</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sains dan Teknik;Teknik Sipil</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>