<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Analisis Hubungan Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap  Produktivitas Proyek Konsolidasi Rehabilitasi Gedung Sekolah Di Kabupaten Bojonegoro</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Febrianti</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ferra Febrianti</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>menciptakan lingkungan kerja yang aman serta mendukung produktivitas pada proyek konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi penerapan K3, menentukan faktor yang paling dominan, serta menganalisis hubungan penerapan K3 terhadap produktivitas Proyek Konsolidasi Rehabilitasi Gedung Sekolah di Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 30 responden yang berasal dari 10 proyek Konsolidasi Rehabilitasi Gedung Sekolah di Kabupaten Bojonegoro Tahun 2025. Analisis data dilakukan menggunakan Relative Importance Index (RII) untuk menentukan faktor dominan, serta Korelasi Pearson dan Koefisien Determinasi untuk menganalisis hubungan antara penerapan K3 dengan produktivitas proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima faktor yang memengaruhi penerapan K3, yaitu Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), Pengawasan Keselamatan, Pelatihan K3, Kepatuhan Pekerja, dan Fasilitas Keselamatan. Faktor yang paling dominan adalah Penggunaan APD dengan nilai RII sebesar 0,842. Hasil uji Korelasi Pearson menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara penerapan K3 dengan produktivitas proyek dengan nilai koefisien korelasi 0,448 dan signifikansi 0,013. Hasil koefisien determinasi menunjukkan nilai R Square sebesar 0,201, yang berarti hubungan penerapan K3 mampu menjelaskan 20,1% variasi produktivitas proyek, sedangkan 79,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, penerapan K3 memiliki hubungan yang positif dengan produktivitas proyek sehingga perlu diterapkan secara konsisten dalam pelaksanaan proyek konstruksi</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Prodi Teknik Sipil</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2026-07-29</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sains dan Teknik;Teknik Sipil</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>