%I Sains dan Teknik %O 22222011121 %L repository6366 %A Santosa Jatmiko Budi Santosa %K Non-Revenue Water, neraca air, EPANET 2.2, sistem distribusi air minum, parameter hidraulik. %X Kehilangan air (Non-Revenue Water/NRW) merupakan salah satu indikator penting dalam mengevaluasi efisiensi kinerja sistem distribusi air minum. Tingginya nilai NRW dapat menurunkan kualitas pelayanan, meningkatkan biaya operasional, serta mengurangi pendapatan perusahaan air minum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kehilangan air, mengevaluasi kondisi hidraulik jaringan distribusi, serta menganalisis hubungan antara NRW dan kondisi hidraulik pada Perumda Air Minum Tirta Buana Unit Bojonegoro. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan International Water Association (IWA) Water Balance untuk menghitung nilai NRW serta pemodelan hidraulik menggunakan EPANET 2.2 berdasarkan data operasional tahun 2025. Hasil simulasi menunjukkan bahwa jaringan distribusi terdiri atas 1.128 junction dan 1.263 ruas pipa, dengan 329 junction (29,17%) mengalami tekanan negatif. Tekanan minimum tercatat sebesar -13,69 m, tekanan maksimum 29,67 m, tekanan rata-rata 6,45 m, sedangkan headloss maksimum mencapai 11,31 m, yang mengindikasikan distribusi tekanan belum merata. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi hidraulik jaringan berkontribusi terhadap terjadinya kehilangan air, terutama pada wilayah dengan tekanan rendah dan kehilangan energi yang tinggi. Berdasarkan temuan tersebut, upaya pengendalian tekanan (pressure management), rehabilitasi ruas pipa prioritas, pembentukan District Meter Area (DMA), serta pelaksanaan Active Leakage Control direkomendasikan sebagai strategi untuk meningkatkan efisiensi sistem distribusi dan menurunkan tingkat kehilangan air di Unit Bojonegoro. %D 2026 %T Analisis Kehilangan Air (Non-Revenue Water) Pada Sistem Distribusi Pdam Kecamatan Bojonegoro Menggunakan Pendekatan Neraca Air Dan Pemodelan Hidraulik Epanet