<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Evaluasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Menggunakan Metode Delphi dan Hfacs Untuk Meminimalisir Risiko Kecelakaan Kerja Proyek Pemeliharaan Irigasi (Studi Kasus: Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Pacal Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Albania</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ipunk Septa Albania</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Proyek rehabilitasi jaringan irigasi memiliki karakteristik pekerjaan yang kompleks dan berisiko tinggi terhadap kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Pacal Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro dengan mengidentifikasi faktor risiko dominan, menganalisis penyebab kecelakaan, serta menyusun rekomendasi perbaikan yang tepat sasaran. Metode yang digunakan adalah kombinasi Metode Delphi untuk mencapai konsensus para ahli (11 panel ahli) terhadap 10 faktor risiko valid, dan Human Factors Analysis and Classification System (HFACS) yang diterapkan pada 10 responden lapangan (mandor dan operator alat berat) menggunakan Skala Guttman, serta Uji Koefisien Kontingensi C dan analisis 5W+1H untuk menyusun rekomendasi perbaikan. Hasil analisis Delphi menghasilkan 8 faktor risiko dominan, dengan peringkat tertinggi adalah risiko cedera pada pekerja di tepi saluran (Mean 4,55; IQR 1,00; CV 11,43%; 100% kesepakatan). Distribusi HFACS menunjukkan 50% faktor risiko berada pada level Unsafe Supervision, sementara persentase skor tertinggi pada Level Organizational Influences (80% - kategori Tinggi). Uji Koefisien Kontingensi C menunjukkan hubungan cukup antara Organizational Influences dengan Unsafe Acts (C=0,378), yang mengindikasikan bahwa faktor organisasi memiliki pengaruh paling kuat terhadap tindakan tidak aman pekerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa akar penyebab utama kecelakaan kerja terletak pada kelemahan sistem organisasi dan pengawasan, sehingga rekomendasi perbaikan diprioritaskan pada peningkatan komitmen manajemen, revisi SOP, alokasi anggaran K3, pelatihan rutin, dan penegakan sanksi</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Prodi Teknik Sipil</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2026-08-27</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sains dan Teknik;Teknik Sipil</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>