<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Studi Eksperimental Kuat Lentur pada Daerah Sendi Plastis</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">As'ad</mods:namePart><mods:namePart type="family">M. Reza Ibnu As'ad</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Indonesia merupakan wilayah dengan tingkat kegempaan yang tinggi sehingga struktur beton bertulang harus direncanakan mampu berperilaku daktail melalui pembentukan sendi plastis pada daerah yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku tulangan longitudinal terhadap pembebanan pada daerah sendi plastis, membandingkan hasil analisis menggunakan SAP2000 dengan hasil pengujian laboratorium, serta menganalisis hubungan balok-kolom terhadap kinerja tulangan longitudinal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan pengujian lentur pada benda uji balok beton bertulang yang didukung analisis numerik menggunakan SAP2000. Sebelum pengujian dilakukan pemeriksaan kualitas material sebagai bahan penyusun beton sesuai standar yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa retak awal terjadi pada daerah tarik balok dan berkembang seiring bertambahnya beban hingga terbentuk sendi plastis pada ujung balok. Tulangan longitudinal berperan dalam meningkatkan kapasitas lentur dan daktilitas sehingga struktur mampu mengalami deformasi tanpa mengalami keruntuhan secara tiba-tiba. Hasil analisis SAP2000 menunjukkan distribusi momen terbesar pada daerah sambungan balok-kolom dan memiliki kecenderungan yang sesuai dengan hasil pengujian laboratorium, meskipun terdapat perbedaan akibat kondisi material dan pelaksanaan. Kerusakan yang terkonsentrasi pada balok menunjukkan bahwa mekanisme keruntuhan telah memenuhi konsep strong column–weak beam. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa detail penulangan longitudinal dan hubungan balok-kolom berpengaruh terhadap perilaku kuat lentur pada daerah sendi plastis serta bahwa analisis SAP2000 dapat digunakan sebagai pendukung evaluasi perilaku struktur beton bertulang.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Prodi Teknik Sipil</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2026-07-29</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sains dan Teknik;Teknik Sipil</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>